Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Indonesia Tak Impor Jagung Pakan, Tapi Untuk Industri

Karina Asta Widara , Jurnalis-Minggu, 01 Mei 2022 |10:42 WIB
Indonesia Tak Impor Jagung Pakan, Tapi Untuk Industri
Foto: Dok Kementan
A
A
A

Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prima Gandhi menyebutkan produksi jagung dalam negeri beberapa tahun tahun terakhir menuai hasil yang membanggakan sehingga sejak 2019 hingga saat ini tidak ada impor jagung pakan ternak. Berdasarkan data BPS, pemerintah hanya mengimpor jagung untuk kebutuhan industri.

"Dari data BPS, realisasi impor jagung bahan baku industri dan pangan 2021 yang akibat adanya kebijakan Non Lartas yakni totalnya 1,2 jt ton. Terdiri dari jagung untuk industri pati atau makanan atau minuman 987 ribu ton, pati 197 ribu ton, brondong 8 ribu ton, minyak jagung 3 ribu ton dan berbagai produk lainnya untuk industri," demikian dikatakan Prima Gandhi di Bogor, Sabtu (30/4/2022).

Berangkat dari ini, Dosen Sekolah Vokasi IPB ini menjelaskan adanya kegiatan impor jagung untuk industri bukan karena produksi dalam negeri yang tidak cukup. Namun demikian, akibat adanya kebijakan impor non lartas (larangan terbatas) jagung untuk industri.

"Karena itu, kebijanan impor Non Lartas bagi jagung untuk industri ini perlu dievaluasi dan supaya menggunakan jagung dari produksi petani. Utamakan produksi dalam negeri, petani siap memproduksi bila diminati pasar," jelasnya.

"Sejak 2019 hingga saat ini pun Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pun tak pernah menerbitkan rekomendasi impor jagung pakan dan tidak ada Rakortas impor jagung pakan, sehingga tak pernah impor jagung pakan," imbuh pria yang akrab disapa Gandhi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement