Share

Diplomat Republik Dominika Diculik Gengster 400 Mawozo di Haiti Pekan Lalu

Tim Okezone, Okezone · Rabu 04 Mei 2022 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 04 18 2589051 diplomat-republik-dominika-diculik-gengster-400-mawozo-di-haiti-pekan-lalu-7krOstVUNj.jpg Geng 400 Mawozo culik diplomat (Foto: Reuters)

PORT-AU-PRINCE - Geng 400 Mawozo dikabarkan menculik seorang diplomat dari Republik Dominika pada pekan lalu.

Carlos Guillén, atase perdagangan di kedutaan Dominika di ibu kota Haiti, Port-au-Prince, ditangkap oleh anggota geng saat dia bepergian ke negara asalnya, yang terletak di pulau yang sama dengan Haiti.

Geng Haiti semakin kuat sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moïse pada Juli 2021.

Republik Dominika mendesak Haiti memastikan pembebasan yang aman untuk salah satu diplomatnya yang diculik pada Jumat 29 April 2022 lalu.

Salah satu pemimpin geng paling kuat di Haiti, 400 Mawozo, telah diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) karena menyelundupkan senjata dan menculik warga AS, demikian dilansir BBC.

Germine Joly, yang dikenal sebagai Yonyon, dibawa dengan pesawat FBI ke Washington, kata pihak berwenang Haiti. Dia telah dipenjara di Haiti selama beberapa tahun sebelum dia diekstradisi.

Baca juga: Geng 400 Mawozo Dituduh Lakukan Penculikan Misionaris AS

Geng Joly bertanggung jawab atas penculikan 17 misionaris Kristen tahun lalu, yang disandera selama dua bulan.

Sementara itu, ribuan orang turun ke jalan menuntut penerus mendiang presiden, Ariel Henry, berbuat lebih banyak untuk memerangi geng kriminal pada bulan lalu.

Baca juga: Culik 17 Anggota Kelompok Misionaris, Geng Bersenjata Haiti Minta Tebusan Rp240 Miliar

Geng 400 Mawozo telah menguasai daerah yang sangat strategis di Haiti selama beberapa tahun, termasuk satu-satunya jalan ke utara negara itu dan satu-satunya jalur darat antara Port-au-Prince dan Republik Dominika.

Geng bersenjata ini terkenal karena menuntut uang tebusan yang tinggi untuk korban penculikan. Ke-17 misionaris Amerika Utara, yang diculik pada bulan Oktober, berhasil melarikan diri, tetapi tidak jelas apakah uang tebusan USD1 juta telah dibayarkan.

Dalam beberapa minggu terakhir pasukan keamanan di Haiti telah melancarkan operasi besar, yang telah menyebabkan kematian dan penangkapan banyak anggota geng 400 Mawozo.

Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan pecah antara 400 Mawozo dan geng saingannya Che Mechan, yang melumpuhkan pinggiran utara Port-au-Prince.

Pada hari Senin 2 Mei 2022, penduduk dari daerah miskin Cité Soleil melarikan diri dengan panik ketika baku tembak meletus.

Ratusan keluarga terpaksa meninggalkan daerah itu dan sedikitnya 20 warga sipil tewas, menurut pihak berwenang Haiti.

Baca juga: Tuntut PM Mundur, Geng Kriminal Haiti Blokade Pelabuhan dan Sebabkan Kelangkaan BBM

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini