Share

Kementan Siapkan Langkah Darurat Penanganan PMK di Jawa Timur

Agustina Wulandari , Okezone · Sabtu 07 Mei 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 07 1 2590361 kementan-siapkan-langkah-darurat-penanganan-pmk-di-jawa-timur-n90IFNtDsU.jpg Langkah Kementan menangani PMK di Jatim. (Foto: okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Menyikapi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan, Kementerian Pertanian secara aktif telah melakukan upaya pencegahan terjadinya penyebaran dan tracing penyakit ini.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah menyampaikan, dua laboratorium utama, Balai Besar Veteriner Wates dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya sebagai lab rujukan PMK telah dari awal aktif melakukan tracing kasus ini. "Saat ini kami koordinasi dengan pemda Jawa Timur untuk melakukan lockdown zona wabah,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (7/5/2022).

Ia menjelaskan pada awalnya kasus ini diketahui setelah hasil pemeriksaan PCR menunjukkan positif PMK, dan pihaknya telah melakukan rapat kordinasi bersama Gubernur Jatim dan 4 bupati wilayah kasus PMK. Adapun langkah darurat yang disiapkan untuk penanganan sebagai berikut:

1. Penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari Gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dengan PP No.47/2014.

2. Pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK.

3. Pemusnahan ternak yang positif PMK secara terbatas.

4. Penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dgn radius 3-10 km dari wilayah terdampak wabah.

5. Melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan.

6. Melakukan edukasi kepada peternak terkait SOP pengedalian dan pencegahan PMK.

7. Menyiapkan vaksin PMK.

8. Pembentukan gugus tugas tingkat provinsi dan kabupaten.

9. Pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas PMK oleh Badan Karantina Pertanian.

Selanjutnya, Nasrullah menjelaskan sejak Jumat, tim pusat dan daerah sudah bekerja di lapangan. Harapannya dapat melokalisir zona penyakit dan tidak menyebar ke wilayah sentra sapi lainnya.

“Masyarakat kita mohon bantuan dan kerja samanya untuk tidak memindahkan atau memperjualbelikan sapi dari daerah wabah ke daerah yang masih bebas. Kita tangani bersama dan lokalisir wilayahnya,” tuturnya.

CM

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini