Share

Tanah dari Bulan Bisa Dipakai untuk Tumbuhkan Tanaman

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 16 Mei 2022 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 18 2594705 tanah-dari-bulan-bisa-dipakai-untuk-tumbuhkan-tanaman-pPctdFNVeD.jpg Tanah dari Bulan bisa menumbuhkan tanaman. (Via BBC)

PARA saintis untuk pertama kalinya berhasil menumbuhkan tanaman dengan menggunakan tanah dari Bulan, perkembangan yang dinilai sangat penting dalam upaya membangun koloni di sana.

Tanah ini merupakan bagian dari sampel yang diambil oleh misi Apollo pada 1969-1972.

Pada tanah ini para ilmuwan menanam biji cress dan ternyata, di luar dugaan, biji ini tumbuh setelah dua hari.

"Saya tak bisa mengatakan bagaimana kagetnya kami," ujar Anna-Lisa Paul, guru besar di Universitas Florida, yang ikut menulis laporan ilmiah penelitian ini.

Ia menjelaskan setiap tanaman, apakah itu ditumbuhkan dari tanah Bulan atau tanah biasa, terlihat sama sampai hari keenam.

Setelah itu, muncul perbedaan. Tanaman-tanaman yang tumbuh dari tanah bulan mulai menunjukkan stres, tumbuh lebih lamban, dan kemudian mengerdil.

Meski demikian, fakta bahwa tanah di Bulan bisa dipakai untuk menumbuhkan tanaman adalah terobosan dan punya implikasi besar.

"Riset ini sangat penting bagi NASA yang punya visi eksplorasi jangka panjang. Kita perlu menggunakan sumber daya yang ditemukan di Bulan dan di Mars untuk mengembangkan makanan bagi astronaut-astronaut yang hidup dan bertugas di tempat-tempat yang jauh di ruang angkasa," kata pemimpin badan ruang angkasa Amerika Serikat, NASA, Bill Nelson.

Kirim manusia ke Bulan pada 2025

Nelson menambahkan riset ini juga penting untuk menunjukkan bagaimana NASA berupaya melakukan berbagai inovasi pertanian yang bisa membantu kita memahami bagaimana tanaman mengatasi situasi atau kondisi sulit di Bumi, terutama di tempat-tempat yang sulit menemukan sumber pangan.

Tantangan bagi para saintis saat ini adalah minimnya sampel tanah Bulan yang bisa dipakai untuk menumbuhkan tanaman.

Selama periode tiga tahun, yang dimulai pada 1969, para astronaut NASA membawa pulang 382 kilogram sampel batu, kerikil, pasir dan debu dari permukaan Bulan

Tim di Universitas Florida hanya diberi satu gram tanah Bulan per satu tanaman.

Pada 2025, NASA berencana mengirim manusia ke Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini