Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Awal Mula Sunan Giri Menyebarkan Islam hingga Mendirikan Pesantren

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 16 Mei 2022 |10:32 WIB
Awal Mula Sunan Giri Menyebarkan Islam hingga Mendirikan Pesantren
Sunan Giri (foto: wikipedia)
A
A
A

SEBELUM menjadi Sunan Giri, nama Raden Paku-lah yang dikenal orang. Sosoknya sebagai anak angkat bangsawan dan putra kandung ulama besar, sekaligus memiliki hubungan saudara dengan Sunan Ampel menjadikan Sunan Giri muda yang masih bernama Raden Paku tergolong istimewa.

Saat muda, Sunan Giri muda juga sudah fokus menyebarkan agama Islam, sambil membantu ibu angkatnya Nyai Gede Pinatih berdagang. Sambil berdagang inilah Sunan Giri yang masih bernama Raden Paku menyebarkan agama Islam melalui jalur perdagangan.

Namun waktu demi waktu dirasa Sunan Giri kurang maksimal dalam menyiarkan agama Islam. Ia pun merasa kurang puas dengan penyebaran agama Islam sambil berdagang yang dilakukannya. Sebab para murid yang ikut dirinya tidak mendapat pelajaran rutin mengenai agama darinya langsung.

BACA JUGA:Sinar Terang Terpancar dari Sunan Giri saat Bayi Ketika Dibuang ke LautDikutip dari buku "Sunan Giri" karya Umar Hasyim sang santri Sunan Giri merasa kurang nyaman bila tak ditunggui gurunya tersebut. Dari sanalah Raden Paku berniat mendirikan suatu pesantren pada suatu tempat yang nantinya dihuni secara tetap.

Hal itu membuat Raden Paku memutuskan meninggalkan dunia pelayaran dan perdagangan. Hal ini juga didukung oleh sang ibu angkatnya Nyai Gede Pinatih, karena memang dunia perdagangan dan pelayaran itu kurang begitu menarik hati Raden Paku.

 BACA JUGA:Perjuangan Ayah Sunan Giri Sebarkan Islam di Banyuwangi, Berawal Obati Putri Raja

Tetapi sebelum mencari tempat untuk mendirikan sebuah pondok pesantren, Sunan Giri terlebih dahulu pergi ke suatu tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Raden Paku atau Sunan Giri melakukan tafakur menyepi dari aktivitas dunia meminta petunjuk kepada Allah SWT.

Selama 40 hari 40 malam itulah Raden Paku bertafakur di sebuah tempat yang kini masuk wilayah Kabupaten Gresik. Konon wilayah itu saat ini masuk Desa Kembangan dan Kebomas.

Saat bertafakur inilah konon Raden Paku teringat akan pesan ayahnya Syeikh Maulana Ishak sewaktu masih belajar agama di Pasai dahulu. Pesan itu yakni ia telah diberi bekal segumpal tanah, segumpal tanah itu adalah alat untuk mencari tempat bila Raden Paku akan mendirikan pondok pesantren.

Bila daerah atau tempat itu nantinya tanahnya sesuai atau cocok dengan tanah yang dibawanya itu, maka tempat itulah yang sesuai untuk mendirikan pesantren. Raden Paku pun akhirnya pergi mengembara mencari daerah atau tempat yang sesuai untuk mendirikan pesantren.

Desa demi desa dimasuki Raden Paku, hingga melalui sebuah desa yang bernama Margonoto, yang kini masuk daerah Kabupaten Gresik. Di sana Raden Paku sampai pada suatu tempat yang agak tinggi, atau bisa dikatakan sebuah bukit.

Di situlah Raden Paku merasa sejuk dan damai hatinya. Kemudian ia mencocokkan tanah yang dibawanya dengan tanah di tempat tersebut. Saat dicocokkan ternyata sesuai benar dengan segenggam tanah yang diberikan oleh ayahnya dahulu.

Dari sana akhirnya Raden Paku mulai mendirikan pesantrennya. Mengingat tempat itu merupakan tanah yang tinggi atau gunung, maka dinamakanlah tempat itu dengan Giri. Giri sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya gunung. Tak ayal sebutan Sunan Giri juga melekat pada Raden Paku, karena pesantren atau tempat mengajarkan agama Islam diawali dari tempat yang tinggi.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement