Share

Terkejut dengan Sikap Turki, Finlandia Tidak Tertarik Tawar Menawar dengan Erdogan

Susi Susanti, Okezone · Selasa 17 Mei 2022 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 18 2595317 terkejut-dengan-sikap-turki-finlandia-tidak-tertarik-tawar-menawar-dengan-erdogan-AavXVwlgto.jpg Swedia tetap akan masuk keanggotaan NATO (Foto: Reuters)

FINLANDIA - Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto mengatakan dia terkejut dengan sikap Turki yang menolak rencana Finlandia dan Swedia bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun dia menegaskan pemerintahnya tidak tertarik untuk "tawar menawar" dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Nato akan memperkuat Swedia, Swedia akan memperkuat NATO," kata Perdana Menteri Magdalena Andersson pada briefing Senin (16/5/2022), saat berbicara di parlemen di Helsinki pada Senin (16/5).

Dia mengatakan Eropa sekarang hidup dalam realitas baru yang berbahaya, mengacu pada invasi Rusia ke Ukraina.

"Kami meninggalkan satu era di belakang kami dan memasuki era baru," ujarya kepada anggota parlemen selama debat di Stockholm, Senin (16/5/2022).

Baca juga: Turki Marah, Ancam Blokir Tawaran Keanggotaan NATO bagi Finlandia dan Swedia

Dia mengatakan aplikasi formal dapat diserahkan dalam beberapa hari dan akan disinkronkan dengan Finlandia. NATO telah mengisyaratkan kesediaannya untuk menerima dua anggota baru tersebut.

Baca juga: Finlandia Gabung dengan NATO, Putin Peringatkan Akan Jadi Kesalahan

Namun, Andersson menekankan bahwa Swedia tidak menginginkan pangkalan NATO atau senjata nuklir permanen di wilayahnya.

Diketahui, Finlandia secara resmi mengumumkan tawarannya untuk bergabung dengan NATO minggu lalu.

Langkah ini diikuti tetangganya Swedia pada Sabtu (14/5/2022) dalam sebuah langkah yang akan mengakhiri non-blok militer negara Skandinavia selama berabad-abad.

Norwegia, Denmark dan Islandia - semua anggota NATO - segera mengatakan bahwa mereka siap untuk mendukung Swedia dan Finlandia dengan segala cara yang diperlukan jika mereka diserang.

Inggris, yang juga anggota NATO, telah memberikan jaminan keamanan kepada Swedia dan Finlandia untuk menutupi masa transisi.

Pengumuman yang dilakukan Swedia pada Senin (16/5/2022) datang ketika NATO memulai salah satu latihan terbesarnya di kawasan Baltik, yang melibatkan sekitar 15.000 tentara. Latihan di Estonia ini disebut "Hedgehog", karena melibatkan 10 negara, termasuk Finlandia dan Swedia.

Sebelumnya, Swedia mengatakan Eropa hidup dalam realitas baru yang berbahaya, mengacu pada invasi Rusia ke Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan langkah Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan aliansi militer beranggotakan 30 orang itu tidak mengancam Moskow secara langsung - tetapi menekankan bahwa setiap perluasan infrastruktur militer akan memicu tanggapan dari Kremlin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini