Share

India Lebih Pilih Anak Laki-Laki Daripada Perempuan, Bisa Teruskan Nama Keluarga dan Merawat Orangtua

Susi Susanti, Okezone · Selasa 17 Mei 2022 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 18 2595337 india-lebih-pilih-anak-laki-laki-daripada-perempuan-bisa-teruskan-nama-keluarga-dan-merawat-orangtua-qqb8RG3MS8.jpg India lebih pilih anak laki-laki daripada anak perempuan (Foto: The New York Times)

INDIA - Sebuah survei baru pemerintah India menunjukkan bahwa telah ada perubahan dalam rasio jenis kelamin di negara itu, tetapi mayoritas masih menginginkan anak laki-laki.

Menurut survei rumah tangga paling komprehensif dari masyarakat India oleh pemerintah National Family Health Survey (NFHS-5), hampir 80% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka menginginkan setidaknya satu anak laki-laki dalam hidup mereka.

Preferensi untuk anak laki-laki di atas anak perempuan - digambarkan sebagai "preferensi anak laki-laki" - berakar pada kepercayaan tradisional bahwa seorang anak laki-laki akan meneruskan nama keluarga dan merawat orang tua di hari tua mereka.

Sedangkan anak perempuan akan meninggalkan mereka untuk menikah dan memberi mereka mahar.

Para aktivis mengatakan ini telah menghasilkan rasio jenis kelamin yang sangat condong pada laki-laki dan telah lama memalukan India.

Baca juga: Parah! Demi Punya Anak Laki-Laki, Ibu Hamil Ini Rela Dipaku di Kepala

Lebih dari 100 tahun, sensus telah menunjukkan bahwa ada lebih banyak pria di India daripada wanita. Menurut sensus terakhir tahun 2011, terdapat 940 perempuan untuk setiap 1.000 laki-laki dan rasio jenis kelamin anak [yang menghitung anak-anak sejak lahir hingga enam tahun] adalah 918 anak perempuan untuk 1.000 anak laki-laki. Ini telah menyebabkan kritikus menyebut India "negara wanita yang hilang".

Baca juga:  Demi Dapatkan Uang Pensiun Dini hingga Rp388 Juta, Pria ini Rela Berubah Jadi Wanita

Survei NFHS-5, yang dilakukan antara 2019 dan 2021, menunjukkan peningkatan rasio jenis kelamin dari tahun-tahun sebelumnya - untuk pertama kalinya, ada lebih banyak wanita daripada pria di India.

Tetapi data menunjukkan bahwa preferensi historis untuk anak laki-laki tetap ada. Lebih dari 15% orang - 16% pria dan 14% wanita - mengatakan kepada surveyor bahwa mereka menginginkan lebih banyak anak laki-laki daripada anak perempuan. Ini merupakan peningkatan dari 2015-16 (NFHS-4) ketika 18,5% wanita dan 19% pria menginginkan lebih banyak anak laki-laki, tetapi banyak pasangan terus memiliki anak perempuan dengan harapan memiliki anak laki-laki.

Indrani Devi, seorang ibu berusia 32 tahun dari tiga anak perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di ibu kota, Delhi, mengatakan kepada BBC bahwa dia menginginkan keluarga yang "lengkap" - dua anak laki-laki dan satu perempuan.

"Tapi Tuhan punya rencana yang berbeda dan semua anak saya ternyata perempuan," katanya.

Dia sekarang berdamai dengan nasibnya dan telah memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi.

"Suami saya adalah seorang sopir bus dan kami tidak mampu lagi memiliki anak," tambahnya.

Seperti Indrani Devi, hampir 65% wanita menikah dalam kelompok usia 15-49 dengan setidaknya dua anak perempuan dan tidak ada anak laki-laki, mengatakan kepada NFHS-5 bahwa mereka tidak menginginkan anak lagi. Jumlahnya naik dari NFHS-4 enam tahun lalu, saat itu 63%.

Namun dda hikmah lain. Keinginan untuk memiliki lebih banyak anak perempuan daripada anak laki-laki telah meningkat menjadi 5,17% dari 4,96% pada 2015-16 (NFHS-4). Perubahan tersebut, meskipun kecil, menunjukkan bahwa setidaknya beberapa orang tua India menginginkan lebih banyak anak perempuan daripada anak laki-laki.

Para ahli percaya hal itu dapat secara langsung dikaitkan dengan penurunan tingkat kesuburan India - jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita.

Urbanisasi, meningkatnya literasi perempuan dan peningkatan akses ke kontrasepsi telah membawa tingkat kesuburan menjadi 2 - jika jumlahnya turun di bawah sekitar 2,1, maka ukuran populasi mulai turun.

Untuk negara berpenduduk 1,3 miliar orang seperti India, itu mungkin tidak tampak seperti hal yang buruk. Tetapi para ahli mengatakan untuk pertumbuhan populasi yang sehat, India harus mengatasi rasio gender yang tidak seimbang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini