Share

12 Anak Meninggal dalam Wabah Misterius, Orangtua Mendapatkan Peringatan Hepatitis

Susi Susanti, Okezone · Selasa 17 Mei 2022 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 18 2595427 12-anak-meninggal-dalam-wabah-misterius-orangtua-mendapatkan-peringatan-hepatitis-lMjQYFKzlW.jpg Kasus hepatitis misterius pada anak (Foto: Reuters)

INGGRIS - Orangtua yang ketakutan telah diberitahu untuk mengawasi tanda-tanda hepatitis mematikan pada anak-anak mereka setelah selusin anak dipastikan meninggal dalam wabah yang tidak dapat dijelaskan.

Ratusan anak kini telah terinfeksi karena penyakit hati terus menyerang anak-anak di seluruh dunia. Dokter pun masih bingung tentang apa yang mungkin terjadi di balik peningkatan kasus tersebut.

Pejabat di Eropa melaporkan bahwa 11 anak telah meninggal karena hepatitis, dengan korban lain tercatat di Irlandia minggu lalu.

 Baca juga: Tips Agar Anak Terhindar dari Hepatitis Akut saat PTM dari Dinkes Bogor

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan infeksi telah dilaporkan di 20 negara, dengan 70 kasus potensial sedang diselidiki di 13 wilayah lebih lanjut.

Baca juga: Hepatitis Akut Kian Berkembang, Apakah Bisa Jadi Pandemi?

Para ahli dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (NHS) mengatakan bahwa infeksi telah meningkat sejak anak-anak mulai bercampur lagi setelah pembatasan pandemi dicabut.

"Hampir semua kasus terlihat pada anak di bawah 10 tahun, dengan sebagian besar kasus berusia antara tiga dan lima tahun,” terangnya.

"Sebagian besar anak-anak yang terkena dampak sebelumnya sehat dan hanya sejumlah kecil kasus yang terkait dengan kasus hepatitis lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Ini berarti bahwa meskipun ada kasus di keluarga atau teman Anda, atau jika kasus terjadi di taman kanak-kanak atau sekolah anak Anda, anak Anda masih berisiko rendah terkena hepatitis,” lanjutnya.

Peneliti medis dari seluruh dunia sekarang menyarankan virus yang tidak terdeteksi dengan tautan ke Covid-19 bisa disalahkan.

Sebuah laporan yang dikirim ke database ilmu kesehatan medRxiv mengatakan bahwa sementara anak-anak dengan Covid memiliki "risiko yang meningkat secara signifikan" untuk radang hati.

Adapun peti mati para korban meninggal tidak ditemukan bukti infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya, tapi ditemukan jejak adenovirus yang disebut 41F, yang biasanya tidak diketahui menyerang hati.

Sebuah tim peneliti terpisah mengusulkan dalam The Lancet Gastroenterology & Hepatology bahwa infeksi Covid ringan atau tanpa gejala yang tidak diketahui dapat menyebabkan tubuh "bereaksi berlebihan" terhadap kasus adenovirus selanjutnya, yang mengakibatkan kerusakan pada hati.

Saran resmi dari NHS mengatakan orang tua harus menemui dokter umum jika seorang anak memiliki gejala hepatitis, yang meliputi mata dan kulit menguning.

Perhatian ke masalah kebersihan termasuk mencuci tangan yang terus diawasi dapat membantu mencegah infeksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini