Share

Kisah Putri Diana Kunjungi Pasien Kusta di Indonesia, Picu Kemarahan Ratu Elizabeth karena Dianggap Tak Aman

Susi Susanti, Okezone · Kamis 19 Mei 2022 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 18 2596688 putri-diana-kunjungi-pasien-kusta-di-indonesia-picu-kemarahan-ratu-elizabeth-karena-dianggap-tak-aman-2WSYwDEh7l.jpg Putri Diana berkunjung ke Indonesia pada 1989 (Foto: Leprosy Mission)

JAKARTAPutri Diana diketahui pernah berkunjung pertama kalinya ke Indonesia pada 1989. Menurut organisasi kesehatan yang bergerak di masalah penyakit kusta, Leprosy Mission, Diana berkunjung ke RS Sitanala di Banten untuk mengunjung penderita kusta.

Diana yang memang dikenal sebagai Putri Rakyat yang sangat sederhana dan membumi terlihat tak takut maupun jijik dengan pasien kusta. Dia bahkan bersentuhan dan berjabat tangan dengan mereka. Dia juga menyentuh luka perban pasien kusta di tubuhnya. Diana terlihat duduk di sebelah pasien kusta dan asyik mengobrol dengan mereka.

Kunjungan Diana ke Indonesia rupanya memicu kemarahan sang ibu mertua, Ratu Eliabeth II. Mengapa? Karena Diana dianggap melakukan kunjungan yang berbahaya dengan tidak menjaga jarak dengan pasien kusta.

Baca juga: Bikin Patah Hati, Ini Alasan Pangeran Charles Lebih Pilih Camilla Ketimbang Putri Diana

Apa yang dilakukan Diana ini bertentangan dengan saran pejabat dan pers serta dianggap membahayakan dirinya.

Ratu meminta Diana melakukan kunjungan amal yang lebih aman dan menyenangkan.

Baca juga:  Jangan Takut, Penyakit Kusta Bisa Disembuhkan

Seperti diketahui, penyakit kusta tidak terlalu menular dan pengobatan terapi multi-obat telah tersedia sejak tahun 1981. Penyakit ini menyebabkan terbentuknya benjolan dan luka pada kulit, dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan kelainan bentuk anggota badan dan kerusakan saraf.

Diana terus meningkatkan kesadaran tentang kondisi kulit yang parah dengan mengunjungi rumah sakit dan misi kusta di Nepal, Zimbabwe, dan India.

“Selalu menjadi perhatian saya untuk menyentuh penderita kusta,” terang Diane ke Leprosy Mission.

“Berusaha menunjukkan dalam aksi sederhana bahwa mereka tidak dicaci maki, kami juga tidak muak,” lanjutnya.

Karena sikapnya inilah Diana diangkat menjadi pelindung Leprosy Mission Inggris dan Wales sampai kematiannya pada 1997.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada 1991 untuk menghilangkan masalah kesehatan masyarakat kusta pada 2000. Menurut statistik WHO, sejak itu kusta telah menurun dari 5,4 juta kasus pada pertengahan tahun delapan puluhan menjadi beberapa ratus ribu hari ini.

Tetapi para ahli yang berbicara kepada Guardian percaya bahwa jumlah kasus kusta baru yang dilaporkan jauh dari jumlah sebenarnya—yang bisa mencapai jutaan. WHO mengatakan bahwa stigma seputar penyakit ini masih lazim dan mendesak untuk "tidak ada diskriminasi" dan "inklusi" untuk membantu pasien maju ke depan untuk diagnosis dan pengobatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini