Share

Pasangan Suami Istri WNI Terciduk Satgas Covid-19 China, Masuk Pusat Karantina Selama 10 hari

Antara, · Sabtu 21 Mei 2022 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 18 2597987 pasangan-suami-istri-wni-terciduk-satgas-covid-19-china-masuk-pusat-karantina-selama-10-hari-UCjdqc78uJ.jpg 2 WNI diangkut ke pusat karantina Covid-19 di Beijing, China (Foto: Antara)

BEIJING – Dua warga negara Indonesia (WNI) terciduk satuan tugas (satgas) Covid-19 di Beijing, China harus masuk ke pusat karantina mandiri di wilayah ibu kota China itu.

Gandhi Priambodo (47) dan istrinya, yang tinggal di Distrik Shunyi, harus menjalani karantina selama 10 hari sejak Jumat (13/5/2022) lalu.

"Tiba-tiba saya ditelepon dan dijemput mobil ambulans untuk dibawa ke pusat karantina ini," katanya saat dihubungi ANTARA Beijing, Sabtu (21/5/2022).

 Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Beijing Capai 453 Orang, 40 Stasiun Subway Ditutup

Petugas kepolisian menginformasikan bahwa seorang tetangga apartemennya merupakan kontak dekat dari pasien positif Covid-19 yang baru pulang dari Beijing.

Baca juga: China Lockdown Pasca-Virus Corona Kembali Mewabah, Taiwan Ogah Meniru

"Tamu yang berkunjung ke apartemen tetangga ini dinyatakan positif setelah pulang ke daerahnya. Padahal, saya sama sekali tidak bertemu dengan tamu itu, juga tetangga itu," tuturnya.

Namun dia dan istrinya serta puluhan warga yang tinggal dalam satu lantai di apartemennya diciduk petugas lalu dibawa ke pusat karantina mandiri dengan menggunakan mobil ambulans dan menempuh perjalanan sekitar 20 menit.

Kompleks apartemen tersebut disegel sehingga tak seorang pun diperkenankan masuk, sedangkan penghuni apartemen tersebut dilarang keluar dan diwajibkan tes PCR setiap hari melalui mulut.

"Sepulang dari pusat karantina, kami masih diwajibkan karantina mandiri selama empat hari lagi di rumah," terang Gandhi, yang merupakan seorang pengusaha itu.

Ia mengaku puas dengan pelayanan gratis yang diberikan selama berada di pusat karantina berupa tiga kali makan menu halal, jaringan Wifi, televisi, dan fasilitas lain yang mirip hotel berbintang di pinggiran Kota Beijing itu.

Setiap dua hari sekali dia dan penghuni pusat karantina diwajibkan melakukan tes PCR melalui hidung dan setiap hari melaporkan perkembangan suhu badan.

Otoritas kesehatan China sampai saat ini masih memberlakukan kebijakan nol Covid-19 secara dinamis sehingga begitu ada kasus yang lebih dari tiga dalam satu hari diberlakukan penguncian wilayah (lockdown) dan tes PCR massal.

Menurut informasi terbaru, lima kampus perguruan tinggi di Distrik Fangshan, Beijing, harus lockdown sejak Kamis (19/5) setelah 11 mahasiswa dinyatakan positif Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini