Share

Penembakan Massal di AS, Biden Marah: Kapan Atas Nama Tuhan Kita Akan Berdiri di Lobi Senjata

Susi Susanti, Okezone · Rabu 25 Mei 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 18 2599967 penembakan-massal-di-as-biden-marah-kapan-atas-nama-tuhan-kita-akan-berdiri-di-lobi-senjata-CREMriSPhk.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Reuters)

WASHINGTONPenembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Penembakan ini lagi-lagi melibatkan senjata api yang diklaim terlalu mudah dimiliki di AS. Hal ini pun menuai kontroversi yang tidak pernah selesai. Penembakan massal terbaru terjadi pada Selasa (24/5/2022) di SD Robb di Uvalde, sekitar 80 mil sebelah barat San Antonio, Texas. Tersangka penembakan adalah seorang pria berusia 18 tahun bernama Salvador Ramos.

Tersangka p menggunakan pistol dan senapan semi-otomatis AR-15. Hal ini diungkapkan dua sumber penegak hukum telah mengkonfirmasi kepada mitra BBC AS, CBS News.

Menurut sumber tersebut, pelaku juga memiliki majalah amunisi berkapasitas tinggi ketika dia masuk sekolah.

Presiden AS Joe Biden terlihat marah sekaligus prihatin dengan penembakan massal yang sering terjadi di AS. Biden menggarisbawahi kemarahannya terkait kepemilikan senjata di AS.

Baca juga:  Penembakan Massal 21 Orang di SD Texas, Obama: Negara Kita Lumpuh

"Kapan atas nama Tuhan kita akan berdiri di lobi senjata?,” terangnya.

"Saya muak dan lelah karenanya. Kita harus bertindak," katanya berbicara dari Gedung Putih.

 Baca juga: Penembakan Sadis 21 Orang di SD Texas, Biden Minta Warga AS Berdoa Bersama

"Jangan bilang kita tidak bisa berdampak pada pembantaian ini,” lanjutnya.

"Gagasan bahwa seorang anak berusia 18 tahun dapat masuk ke toko dan membeli dua senjata serbu adalah salah. Penembakan massal semacam ini jarang terjadi di tempat lain di dunia,” tambahnya.

Biden sebelumnya mengatakan dia ingin melihat larangan senjata serbu, magasin berkapasitas tinggi, dan pemeriksaan latar belakang wajib untuk semua penjualan senjata.

Namun sejauh ini dia tidak dapat membujuk Kongres untuk meloloskan reformasi senjata "akal sehat", dan malah berfokus pada tindakan eksekutif yang dapat dia ambil tanpa persetujuan kongres.

Pemerintahannya telah memfokuskan upayanya pada penjualan peralatan "senjata hantu" do-it-yourself yang tidak dapat dilacak.

Pada April lalu, dia menandatangani perintah yang mengharuskan kit memiliki nomor seri yang secara hukum menjadikannya senjata api.

Diketahui, jumlah korban penembakan brutal di sebuah sekolah dasar (SD) di South Texas, Amerika Serikat bertambah menjadi 18 anak dan tiga dewasa. Sehingga total menjadi 21 orang yang tewas. Tersangka penembak, yang merupakan seorang remaja putra, juga tewas dalam kejadian itu.

Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan tersangka pelaku diketahui bernama Salvador Ramos yang berusia 18 tahun.

Abbott sebelumnya saat konferensi pers beberapa jam pascapenembakan menyebutkan ada 14 anak dan satu guru yang tewas dalam penembakan massal itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini