Share

21 Korban Penembakan Massal di SD Texas Ditembak Mati di Satu Ruang Kelas

Susi Susanti, Okezone · Kamis 26 Mei 2022 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 18 2600614 21-korban-penembakan-massal-di-sd-texas-ditembak-mati-di-satu-ruang-kelas-zR9g3X4n2J.jpg Penembakan massal 21 orang di SD Texas (Foto: Reuters)

UVALDEPolisi mengatakan pada Rabu (25/5/2022), 19 anak dan dua guru yang dibantai di sebuah sekolah dasar (SD) Robb, Texas Selatan berada di satu ruangan yakni di ruang kelas empat ketika pria bersenjata itu membarikade dirinya sendiri, saat penembakan di sekolah paling mematikan dalam hampir satu dekade yang kembali memicu debat nasional tentang undang-undang senjata Amerika.

Juru bicara Departemen Keamanan Publik Texas Chris Olivarez mengatakan kepada CNN, polisi mengitari SD Robb di Uvalde, Texas, memecahkan jendela dalam upaya untuk mengevakuasi anak-anak dan staf.

Petugas akhirnya menerobos ruang kelas dan membunuh pria bersenjata itu, yang diidentifikasi sebagai Salvador Ramos yang berusia 18 tahun.

Olivarez mengatakan kepada Fox News, Beberapa anak juga terluka, meskipun dia tidak memiliki jumlah pasti.

Baca juga: Pagi yang Horor di SD Texas, Pelaku Penembakan Massal Beli Senjata Usai Ulang Tahun

Dua anggota staf yang tewas diidentifikasi sebagai Eva Mireles dan Irma Garcia, guru kelas empat yang bekerja di kelas yang sama.

Baca juga: Penembakan Massal di SD Texas, Ketika Hari yang Cerah Berakhir Tragis dengan Pertumpahan Darah

Mireles, yang memiliki hobi berlari dan mendaki, memiliki seorang putri dewasa dan seorang suami yang bekerja sebagai polisi di sekolah. Garcia, yang bekerja di sekolah itu selama lebih dari dua dekade, memiliki empat anak.

Ramos diketahui mulai mengamuk dengan menembak neneknya di rumah. Dia kemudian pergi ke sekolah terdekat di mana dia menabrakkan mobilnya dan memasuki gedung dengan mengenakan perlengkapan taktis dan membawa senapan.

Neneknya selamat tetapi dalam kondisi kritis. Penyelidik berharap dia bisa menjelaskan motif penembakan itu.

Serangan yang terjadi 10 hari setelah seorang supremasi kulit putih yang diakui menembak 13 orang di sebuah supermarket di lingkungan sebagian besar kulit hitam di Buffalo, mendorong Presiden AS Joe Biden untuk menyerukan undang-undang keamanan senjata yang lebih ketat dalam pidato utama kepada rakyat AS.

"Sebagai sebuah bangsa, kita harus bertanya kapan dalam nama Tuhan kita akan berdiri di lobi senjata, kapan atas nama Tuhan kita melakukan apa yang kita semua tahu dalam perut kita perlu dilakukan," katanya, dengan meninggi.

Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang setiap hari sampai matahari terbenam pada Sabtu (28/5/2022) untuk memperingati tragedi itu.

“Saya muak dan lelah karenanya. Kita harus bertindak,” kata Biden, seorang Demokrat, tanpa mengusulkan undang-undang khusus.

Tetapi prospek undang-undang tetap redup di Washington. Hampir semua Partai Republik di Kongres menentang pembatasan senjata baru, mengutip jaminan Konstitusi AS tentang hak untuk memanggul senjata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini