Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Terima Jadi Korban Kecelakaan, Remaja Ajak Rekannya Bacok Lawan Tabrakannya

Erfan Erlin , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2022 |17:11 WIB
Tak Terima Jadi Korban Kecelakaan, Remaja Ajak Rekannya Bacok Lawan Tabrakannya
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti kasus pembacokan oleh remaja yang tidak terima jadi korban kecelakaan (Foto : MPI)
A
A
A

YOGYAKARTA - Miris, sebanyak tujuh remaja yang masih berstatus sebagai pelajar tega membacok seseorang di Kampung Bintaran Kulon, Kalurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, hingga luka-luka. Aksi penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal 21 Mei 2022, lantaran salah saeorang pelaku tidak terima ditabrak pada suatu peristiwa kecelakaan.

Kapolsek Mergangsan Kompol Rachmadiwanto menjelaskan, ketujuh remaja tersebut berhasil mereka amankan. Mereka adalah ALR, AAB (17) warga Ngadisuryan, Patehan, Kraton; DMR (21) warga Jomegatan, Kasihan, Bantul; DO (17) warga Semaki, MRS (17) asal Mergangsan, RFA (17) warga Baciro, dan WW (16) warga Muja Muju.

"Mereka semua berstatus sebagai pelajar SMA dan SMK. Yang SMP itu si ALR," katanya, Selasa (31/5/2022).

Kapolsek mengatakan, aksi penganiayaan tersebut bermula dari sebuah kecelakaan lalu lintas antara korban KB (16) dengan pelaku ALN (16) warga Nyutran, Wirogunan, Mergangsan yang juga merupakan salah satu anggota kelompok penganiaya tersebut.

Persoalan itu sebetulnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, ALN tidak puas dengan keputusan kekeluargaan tersebut. Sehingga selang sehari dari kecelakaan tersebut, kelompok tersangka justru mendatangi korban.

"KB juga mengirim pesan ke pelaku melalui media sosial. Mereka saling tantang menantang sehingga ditanggapi oleh kelompok tersangka," ujar Kapolsek.

Hingga pada tanggal 21 Mei 2022 sekira jam 05.00 WIB mereka bertemu di lokasi kejadian atau lokasi yang dijanjikan. Di lokasi tersebut ternyata korban sudah ditunggu kelompok tersangka. Kala itu, jumlah kelompok tersangka ada 7 orang.

Setelah bertemu, maka terjadilah bentrok antara kedua kelompok. Lantaran tersangka membawa sebuah senjata tajam berupa celurit lalu korban pun panik dan melarikan diri. Namun nahas saat mrncoba melarikan diri, salah satu dari kelompok korban ada yang terjatuh.

"KB yang jatuh itu lalu dianiaya pakai sajam oleh ARL dibantu tujuh orang temannya,"papar dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement