Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ali Moertopo, Jenderal Intelijen 'Think-thank' di Era Orde Baru

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 01 Juni 2022 |08:59 WIB
Ali Moertopo, Jenderal Intelijen 'Think-thank' di Era Orde Baru
Ali Moertopo (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Gagasan itu pun terwujud pada 1973, setelah semua partai berfusi ke dalam tiga partai saja, yakni Golkar, PPP (hasil fusi partai-partai bercorak Islam), dan PDI (fusi partai-partai bercorak nasionalis). Kebebasan berpolitik pun turut beku. Situasi kebekuan kebebasan berpolitik itu bertahan hingga seperempat abad.

Ali Moertopo juga begitu intens melakukan berbagai aksi yang semakin membuat Orde Baru kukuh. Melalui lembaga Operasi Khusus (Opsus), ia melibas aktivis-aktivis pro-demokrasi maupun kaum oposisi yang berani bersuara menentang rezim Orde Baru.

Organisasi "buldoser" ini begitu efektif dan ditakuti tokoh-tokoh prodemokrasi. Lembaga intelijen tentara dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi semacam perangkat early warning bagi penguasa untuk memberangus lawan-Iawan politiknya.

Ali juga pernah menjadi Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) dan Menteri Penerangan RI (1978-1983). Ali meninggal dunia pada 15 Mei 1984 akibat serangan jantung.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement