Share

Pemda Bantul Tegaskan Tidak akan Tutup Pasar Hewan Meski PMK Meluas

Erfan Erlin, iNews · Rabu 08 Juni 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 510 2607803 pemda-bantul-tegaskan-tidak-akan-tutup-pasar-hewan-meski-pmk-meluas-Te04JPlxgA.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

YOGYAKARTA - Kasus hewan yang terindikasi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Bantul terus bertambah. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Bantul menyebut hanya ada 5 dari 17 kapanewon yang bebas PMK.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantul, Joko Waluyo mengatakan, hingga Selasa (7/6/2022) pihaknya mencatat setidaknya ada 460 hewan ternak di wilayah Kabupaten Bantul yang terindikasi terjangkit PMK.

Dari 460 tersebut didominasi oleh hewan ternak berjenis sapi kemudian disusul dengan domba.

Joko menambahkan, 460 hewan ternak yang terindikasi terjangkit PMK tersebut tersebar di 12 Kapanewon. Namun kapanewon mana saja yang ditemukan PMK dirinya mengaku tidak hafal.

Hanya saja Joko mengungkapkan Kapanewon yang paling banyak kasus terpapar PMK adalah Pleret.

"Di sana memang paling banyak ditemukan suspect PMK tersebut," ujar dia, Rabu (8/6/2022).

Joko mengatakan Kapanewon Pleret merupakan wilayah tertinggi ditemukannya hewan ternak yang terjangkit PMK karena memang wilayah ini lalu lintas hewan ternaknya cukup tinggi. Di mana di Kapanewon ini juga banyak ditemukan jagal atau tukang sembelih hewan ternak.

Hewan ternak yang mereka sembelih tersebut biasanya berasal dari luar daerah sehingga kondisi kesehatannya juga kurang terkontrol. Di samping itu Kapanewon Pleret juga banyak ditemukan peternak-peternak baik sapi maupun domba.

"Jadi wajar kalau paling tinggi," tambahnya.

Kendati sudah menyebar di sebagian wilayah Kabupaten Bantul namun pihak Dinas Pertanian dan ketahanan pangan tidak akan menutup pasar hewan di wilayah mereka. Alasannya karena perekonomian belum pulih sepenuhnya.

Selama lebih dari 2 tahun pandemi Covid-19 memang usaha peternakan dan jual beli hewan ternak belum boleh 100%. Pihaknya lebih memilih untuk tetap membuka pasar hewan meskipun dengan berbagai ketentuan. Pihaknya akan selektif untuk mengizinkan hewan ternak masuk.

"Setiap hewan ternak yang masuk akan kita semprot desinfektan," paparnya.

Joko menjelaskan, dari 460 ekor hewan yang diduga terjangkit PMK tersebut pihaknya mencatat ada 35 yang benar-benar positif dan 5 diantaranya adalah domba yang pertama kali ditemukan di Kabupaten Bantul dan berasal dari Kabupaten Garut Jawa Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini