Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Den Haag, Mahfud Sebut Kerjasama Umat Beragama Ciptakan Kedamaian di Indonesia

Riezky Maulana , Jurnalis-Jum'at, 10 Juni 2022 |05:35 WIB
Di Den Haag, Mahfud Sebut Kerjasama Umat Beragama Ciptakan Kedamaian di Indonesia
Foto: Kemenko Polhukam
A
A
A

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut, kehidupan berbangsa di Indonesia, tak hanya dibangun oleh masyarakat pemeluk agama Islam selaku mayoritas. Akan tetapi, masyarakat pemeluk agama lain turut ikut andil

 (Baca juga: Pemerintah Akan Bentuk Tim Tangani Kasus Mafia Tanah yang Sudah Vonis)

Menurut Mahfud, Indonesia berhasil membangun sebuah nilai toleransi dan moderasi beragama yang berdampak positif pada kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara kunci di acara ‘The 7th Interfaith Dialogue: Religion in Colonization and Decolonization: Indonesian-Dutch Confrontation, Confirmation, Transformation’ di Den Haag, Belanda, Kamis (9/6/2022).

"Pemeluk Islam bekerja sama erat dengan pemeluk agama-agama lain dalam pembangunan kehidupan berbangsa, menciptakan toleransi, dan moderasi beragama. Semua langkah itu menghasilkan kehidupan yang positif dan damai di Indonesia dewasa ini," ucap Mahfud.

Pascakemerdekaan, kata Mahfud, berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mendirikan berbagai institusi pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga universitas. Organisasi-organisasi tersebut juga memberi beasiswa dan mendirikan ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Nation Building ini pun tidak hanya dilakukan oleh komunitas Islam, tetapi juga dilakukan komunitas agama lain. Inilah yang membentuk kehidupan yang positif dan penuh dengan toleransi di Indonesia, yang bisa bersama kita nikmati sampai saat ini,” tuturnya.

Umat Islam dan umat agama lain di Indonesia, sambung dia, memiliki peran penting dalam membangun nilai toleransi dan moderasi kehidupan beragama. Menurutnya, hal itu merupakan elemen penting dalam menjaga kesatuan bangsa Indonesia.

Dia memaparkan, dalam hal mencegah berkembangnya ideologi asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, peran Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah serta komunitas Islam dan agama-agama lain amat dibutuhkan.

"Itulah mengapa agama dan kehidupan antar umat beragama di Indonesia, amat strategis dalam membangun inklusifitas, toleransi, dan moderasi sebagai nilai-nilai bersama dalam kehidupan berbangsa," ungkap Mahfud.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement