Share

Fiji: Ancaman Keamanan Terbesar di Asia Adalah Perubahan Iklim, Bukan Konflik

Susi Susanti, Okezone · Senin 13 Juni 2022 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 18 2610540 fiji-ancaman-keamanan-terbesar-di-asia-adalah-perubahan-iklim-bukan-konflik-HYJYTFtxHS.jpg Menhan Fiji Inia Seruiratu (Foto: Reuters)

FIJI - Menteri pertahanan Fiji Inia Seruiratu mengatakan pada Minggu (12/6/2022) bahwa perubahan iklim merupakan ancaman keamanan terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini diungkapkan pada pertemuan puncak pertahanan yang didominasi oleh perang di Ukraina dan perselisihan antara China dan Amerika Serikat (AS).

Kepulauan Pasifik dataran rendah, yang meliputi Fiji, Tonga dan Samoa, adalah beberapa negara paling rentan di dunia terhadap peristiwa cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Fiji telah dihantam oleh serangkaian topan tropis dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan banjir dahsyat yang telah membuat ribuan orang mengungsi dari rumah mereka dan melumpuhkan perekonomian pulau itu.

Baca juga: Hindari Penyitaan, Kapal Pesiar Mewah Milik Oligarki Rusia Seharga Rp4 Triliun Diperintahkan Tinggalkan Fiji

“Di benua Pasifik biru kami, senapan mesin, jet tempur, kapal abu-abu, dan batalyon hijau bukanlah masalah keamanan utama kami,” terang  Menteri Pertahanan Fiji, pada Dialog Shangri-La, pertemuan keamanan utama Asia.

Baca juga: Gajah Hutan Afrika Bantu Perangi Perubahan Iklim

"Satu-satunya ancaman terbesar bagi keberadaan kita adalah perubahan iklim. Ini mengancam harapan dan impian kemakmuran kita,” lanjutnya.

Seruiratu mengecilkan kekhawatiran tentang pertempuran untuk pengaruh di kepulauan Pasifik sambil menyoroti kesediaan negaranya untuk bekerja dengan berbagai negara.

"Di Fiji, kami tidak terancam oleh persaingan geopolitik," kata Seruiratu dalam pidatonya.

"Kami harus menyesuaikan cara kami bekerja dan dengan siapa kami bekerja untuk mencapai stabilitas,” ujarnya.

Pertemuan, yang ditutup pada Minggu (12/6/2022), didominasi oleh perdebatan tentang invasi Rusia ke Ukraina dan meningkatnya ketegangan antara AS dan China atas segala hal mulai dari kedaulatan Taiwan hingga pangkalan angkatan laut di Pasifik.

Kepulauan Pasifik menjadi fokus ketegangan regional tahun ini setelah China menandatangani pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon pada April lalu, yang mengkhawatirkan AS, Australia, dan Selandia Baru, yang takut akan peningkatan kehadiran militer oleh Beijing di Pasifik.

Sementara itu, Beijing telah mengatakan bahwa mereka tidak mendirikan pangkalan militer di Kepulauan Solomon dan bahwa tujuannya adalah untuk memperkuat kerja sama keamanan dengan negara-negara kepulauan Pasifik.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan tur ke pulau-pulau Pasifik bulan lalu dengan harapan mengamankan pakta perdagangan dan keamanan regional, tetapi negara-negara kepulauan tidak dapat mencapai konsensus tentang kesepakatan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini