JAKARTA - Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mulai masuk di Indonesia, berawal ditemukan empat kasus di Bali, terdiri dari tiga warga negara asing (WNA) dan seorang warga negara Indonesia (WNI).
Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak penularan akan terjadi pada minggu ketiga Juli 2022. Perhitungan puncak penyebaran gelombang ini berdasarkan pada pengalaman gelombang sebelumnya.
BACA JUGA:Varian Omicron BA.4 dan BA.5 Melonjak, Wisma Atlet Kemayoran Siagakan Ribuan Tempat Tidur di Tower 5
Pada gelombang penularan Delta hingga Omicron, puncak kasus tercapai satu bulan setelah kasus pertama ditemukan. Untuk itu, pemerintah mengimbau agar masyarakat menerima vaksin booster untuk menjaga imunitas. Jika hal tersebut bisa dijaga, maka Indonesia bisa menjadi negara pertama yang dalam 12 bulan tidak mengalami lonjakan kasus.
"Karena biasanya setiap enam bulan lonjakan kasus itu terjadi,” kata Budi.
BACA JUGA:Lebih Menular dari Son of Omicron, Pasien Varian BA.4 dan BA.5 Malah Lebih Cepat Sembuh
Budi juga memprediksi imunitas masyarakat bisa bertahan hingga enam bulan atau sekitar Februari atau Maret 2023. Namun hal ini bisa tercapai bila masyarakat menerima vaksin booster.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.