Share

Meninggal Diduga Dikeroyok Temannya, Polisi Bongkar Makam Bocah SD

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 16 Juni 2022 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 608 2612802 meninggal-diduga-dikeroyok-temannya-polisi-bongkar-makam-bocah-sd-x9N9OKdjxo.jpg Polisi membongkar makam bocah SD, karena diduga sebelumnya korban dikeroyok teman-temannya. (Ilustrasi/Freepik)

BINJAI - Polisi membongkar makam (ekshumasi) dan melakukan autopsi terhadap jasad MIA, seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Rabu, 15 Juni 2022.

Makam MIA yang berlokasi di Jalan Umar Baki, Lingkungan VIII, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, dibongkar setelah dia patut diduga tewas akibat dianiaya teman sekolahnya.

Dari hasil autopsi, didapati sejumlah bekas luka di bagian tubuh MIA. Luka itu di antaranya memar di pipi kanan, dahi kiri, dan perut kiri. Selain itu, terdapat resapan darah di kulit kepala bagian dalam pada pipi kiri, dahi kiri, dan perut kiri.

“Dijumpai resapan darah pada tulang tengkorak belakang kiri, resapan darah di otak kecil dan dasar tulang tengkorak, resapan darah di kulit dada bagian dalam sebelah kiri, dan dijumpai resapan darah pada penggantung usus,” kata Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi, Kamis (16/6/2022).

Atas hasil autopsi itu, kata Junaidi, pihaknya meminta keluarga MIA membuat laporan resmi ke polisi. Pihaknya akan segera memanggil sejumlah saksi yang diduga mengetahui dugaan penganiayaan tersebut.

“Kita akan segera periksa saksi-saksi, baik itu kakek korban dan memeriksa kembali saksi dari pihak sekolah, yakni wali kelas korban,” tuturnya.

Selain itu, Junaidi melanjutkan, pihak kepolisian akan menyelidiki siapa saja teman korban yang mengetahui kejadian tersebut.

BACA JUGA:Polda Sumut Bongkar Makam Korban Kerangkeng Mantan Bupati Langkat 

“Kita masih dalami siapa saja teman korban yang mengetahui peristiwa tersebut. Kita akan lakukan gelar perkara,” tuturnya.

Diketahui, MIA meninggal dunia sekitar 2 pekan lalu. Awalnya orangtua MIA menganggap anaknya meninggal secara wajar akibat sakit.

Namun, belakangan diketahui kalau sebelum meninggal dunia, MIA menjadi korban perundungan (bully) oleh sejumlah teman sekolahnya. MIA bahkan disebut-sebut sempat dikeroyok.

Mendapat informasi itu, orangtua MIA sempat mempertanyakan informasi dugaan perundungan dan penganiayaan tersebut ke pihak sekolah. Namun, keluarga mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan.

Orangtua korban akhirnya membagikan cerita dugaan perundungan dan penganiayaan itu ke media, yang berujung viral di media sosial.

Polisi merespons kabar viral itu hingga akhirnya melakukan ekshumasi dan otopsi terhadap jasad MIA. Dugaan perundungan dan penganiayaan pun menguat setelah hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka di tubuh MIA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini