Share

Ricuh! Pesepak Bola Baku Hantam dalam Ajang Porprov Jatim

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 18 Juni 2022 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 519 2613683 ricuh-pesepak-bola-baku-hantam-dalam-ajang-porprov-jatim-3MHG06BxkU.jpg Pesepak bola baku hantam dalam ajang Porprov Jawa Timur (Foto: Ist/Avirista Midaada)

JEMBER - Pertandingan sepak bola antara Kabupaten Jember melawan Kota di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur berakhir ricuh. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Notohadinegoro Jember ricuuh akibat ketidakpuasan atas keputusan wasit yang memimpin pertandingan.

Aksi kekerasan antar pemain kedua kesebelasan terekam oleh kamera dari penonton di tribun dan beredar di media sosial. Terlihat pada video berdurasi 15 detik kedua tim dari Kota Malang dan Kabupaten Jember baku hantam di tengah lapangan saat pertandingan masih berlangsung.

BACA JUGA:Deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor di Surabaya Berakhir Ricuh 

Dari informasi yang dihimpun, awalnya pertandingan yang berlangsung Jumat sore (17/6/2022) berjalan sangat seru meski diguyur hujan. Namun, menjelang pertandingan berakhir, kedua tim bersitegang sehingga wasit mengeluarkan kartu kuning dan tensi tambah panas sehingga adu pukul pertama tidak terhindarkan.

Wasit yang memimpin pertandingan Bangil Syah Putra asal Kota Batu mengeluarkan dua kartu merah pada menit ke 42. Masing-masing untuk Danang Suprayitno (Jember) dan Ega Sumitro (Malang Kota).

BACA JUGA:Buruh Protes Unjuk Rasa Terhalang Kawat Berduri, Berujung Ricuh 

Meski sudah ada dua kartu merah. Kedua tim kesebelasan tidak menurunkan tempo ketegangan. Pada menit 48 wasit kembali mengeluarkan kartu merah kepada emain sayap yakni Indra Lesmana Suteja yang sebelumnya mencetak gol karena provokatif.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Pertandingan perdana untuk Porprov VII 2022 yang baru akan dibuka pada 25 Juni 2022 mendatang itu akhirnya harus ditutup dengan skor imbang 1-1. Malang Kota berhasil menyamakan skor perpanjangan babak kedua.

Pelatih kepala tim Kota Malang, Edi Sudiarto mengaku cukup puas dengan permainan anak asuhnya kendati berakhir imbang. "Pemain kami berhasil menyamakan kedudukan dengan tim tuan rumah di menit injury time. Itu menunjukkan motivasi bermain yang luar biasa, " ucap Edi, saat dikonfirmasi melalui telepon.

Edi mengaku bakal tetap mengevaluasi timnya pasca hasil imbang yang diraih timnya, terlebih pertandingan diwarnai insiden baku hantam yang terjadi di akhir babak pertama.

"Ya emosi pemain tidak terkontrol di pertandingan perdana ini ya. Sehingga skema permainan (yang sudah dirancang) menjadi tidak berjalan. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk pertandingan selanjutnya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini