Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPT: Bagaimana pun Anak-Anak yang Sudah Sekolah di Khilafatul Muslimin Harus Kita Bimbing

Bachtiar Rojab , Jurnalis-Senin, 20 Juni 2022 |15:12 WIB
BNPT: Bagaimana pun Anak-Anak yang Sudah Sekolah di Khilafatul Muslimin Harus Kita Bimbing
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengklaim, pihaknya akan terus membimbing para eks murid Sekolah Khilafatul Muslimin. Meski, pihaknya masih bersama-sama mencari solusi bersama jajaran terkait.

Boy mengatakan, Ia beserta jajaran terus mencari solusi terkait nasib anak-anak yang sempat bersekolah di sekolah-sekolah terafiliasi ormas Khilafatul Muslimin. Menurutnya, hal itu sudah menjadi kewajiban negara guna mendapatkan bimbingan lebih lanjut.

"Kami akan terus mengoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait untuk terus melakukan langkah antisipasi, terutama bagaimana kita memberikan kegiatan pembimbingan lanjutan," ujar Boy kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Menurut Boy, anak-anak Indonesia yang menjadi masa depan negara patut untuk terus diperhatikan. "Bagaimanapun anak-anak bangsa yang telah bersekolah di tempat-tempat itu harus kita urus," ujarnya.

Boy menuturkan, BNPT beserta kementerian/lembaga terkait kini sedang duduk bersama pemerintah-pemerintah daerah yang di wilayahnya terdapat sekolah terafiliasi Khilafatul Muslimin.

"Kementerian di tingkat pusat sampai di pemerintah daerah sedang dalam proses agar mereka yang sekolahnya ditutup dapat dicarikan solusi terbaik," paparnya.

"Kami harus memberi penjelasan yang baik kenapa kegiatan-kegiatan sekolah mereka dihentikan," ucap Boy menambahkan.

Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bakal melakukan rehabilitasi terhadap siswa dari 30 siswa yang diduga terafiliasi dengan organisasi Khilafatul Muslimin.

BNPT akan menggandeng pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam proses rehabilitasi para siswa tersebut. "Iya otomatis dong (melakukan penyuluhan). Tidak bisa dibiarkan. Mereka harus direhabilitasi, ideologinya khilafah dan takfiri semenjak di sekolah," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, Kamis (16/6/2022).

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement