Share

WHO Puji Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 18 2615782 who-puji-penanganan-pandemi-covid-19-di-indonesia-7iLOfokNFO.jpg Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, 21 Juni 2022. (Foto: Twitter/@Setkabgoid)

JAKARTA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. WHO menilai pemerintah Indonesia berhasil menangani pandemi Covid-19 dengan baik.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan hal tersebut disampaikan langsung oleh Tedros kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/6/2022).

BACA JUGA: Potret Bos WHO Pakai Batik Yogyakarta, Ungkap Makna dari Motifnya

“Dirjen WHO juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi terhadap capaian Indonesia di dalam mengatasi, atau mengelola Covid-19,” ungkap Retno sebagaimana dilansir VOA Indonesia.

Dalam pembicaraan tersebut, Dirjen WHO juga mengatakan dibandingkan negara-negara lain, Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai cakupan vaksinasi Covid-19 terbaik.

Meski begitu, Tedros tetap memperingatkan bahwa pandemi belum usai sehingga tetap harus waspada.

“Selain itu beliau juga mengapresiasi mengucapkan selamat atas sistem family healthcare yang berjalan di Indonesia dengan baik dan juga mengenai masalah mandatory asuransi kesehatan di Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA: Ketika Dirjen WHO Apresiasi Indonesia dalam Penanganan Covid-19 

Lima Poin Penting 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu menyampaikan lima hal penting yang ingin dicapai Indonesia, khusus di bidang kesehatan dalam presidensi G20 ini.

Pertama, ujar Budi adalah pembentukan financial intermediate fund atau dana cadangan yang dibuat untuk mengatasi pandemi.

“Alhamdulilah dengan bantuan Bu Retno, Bu Sri Mulyani, sama-sama kita bertiga sudah berhasil membentuk fund ini dan sudah lebih dari USD1 miliar yang dikomit oleh beberapa negara dan institusi fund ini,” jelas Budi.

“Pengalaman kita pandemi kemarin begitu lockdown ekonomi berhenti, kalau berhenti mengakibatkan masalah sosial dan ekonomi. Dengan kita memiliki standar harmonisasi, sertifikat vaksin dan testing ini diharapkan kalau nanti terjadi pandemi, tenaga dan barang yang kritikal masih bisa bergerak, dan standar ini menggunakan WHO, pilot project-nya sudah berjalan, dan sudah lebih dari 30 negara, paling besar kemarin Brasil dengan Uni Eropa,” jelasnya.

Terakhir, Indonesia juga ingin melakukan standarisasi pengembangan vaksin dengan penggunaan teknologi terbaru sehingga ketersediaan dan akses vaksin di seluruh dunia dapat merata. Budi menuturkan, saat ini sudah ada sejumlah negara yang siap untuk berpartisipasi, antara lain Afrika Selatan, Brazil, Argentina, India, dan Indonesia.

"Kita harapkan round pertama ini kita bisa mencapai milestone yang cukup baik sehingga nanti round kedua meeting menteri kesehatan di bulan Oktober kita bisa memfinalisasi semua deliverables secara konkret sehingga nanti pada saat leaders meeting di bulan November kelima hal yang tadi ingin kita capai sudah selesai," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini