Share

Pengadilan Prancis Tegaskan Larangan Burkini di Kolam Renang

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 18 2615816 pengadilan-prancis-tegaskan-larangan-burkini-di-kolam-renang-J7YuK1rqgP.jpg Ilustrasi Burkini (Foto: Reuters)

PARIS - Pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh termasuk burkini tidak boleh dipakai di kolam renang umum di kota Grenoble, putusan pengadilan administrasi tertinggi Prancis pada Selasa (21/6/2022), menegakkan perintah sebelumnya oleh pengadilan yang lebih rendah. 

Dewan kota Grenoble telah memilih untuk mengizinkan penggunaan burkini pada 16 Mei, memicu protes dari politisi konservatif dan sayap kanan yang mengatakan langkah itu akan merusak prinsip sekularisme Prancis dalam kehidupan publik.

BACA JUGA: Dianggap Simbol Kekerasan, Burkini Dilarang di Prancis

Pakaian renang penutup tubuh, yang hanya memperlihatkan wajah, tangan dan kaki, sering dikenakan oleh wanita muslim yang ingin menjaga kesopanan sesuai dengan keyakinannya.

"Aturan prosedur baru untuk kolam renang kotamadya Grenoble mempengaruhi (...) berfungsinya layanan publik, dan merusak perlakuan yang sama dari pengguna, sehingga netralitas layanan publik dikompromikan," Conseil d' kata Etat dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Reuters.

Dalam sebuah pernyataan setelah keputusan itu diterbitkan, dewan kota Grenoble mengatakan, "Pemerintah kota menyesalkan bahwa Conseil d'Etat mengaitkannya dengan niat yang tidak dimilikinya". Dikatakan tujuan utamanya adalah untuk menjamin perlakuan yang sama untuk semua pengguna.

Pendukung burkini berpendapat bahwa tanpa itu, beberapa wanita akan memilih, atau ditekan oleh anggota keluarga, untuk menjauh dari kolam renang umum.

Langkah Grenoble ditentang oleh pemerintah Prancis dan pengadilan administrasi yang lebih rendah menangguhkan tindakan tersebut. Grenoble menanggapinya dengan mengajukan gugatan hukumnya ke Conseil d'Etat.

BACA JUGA: Negara-Negara di Eropa yang Dibayangi Kontroversi Burqa dan Burkini

Setelah putusannya, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan tindakan Grenoble telah "pasti ditolak".

"Sebuah kemenangan bagi...sekularisme dan terutama bagi Republik," kata Darmanin.

Perdebatan tentang burkini telah memanas di Prancis sejak 2016, ketika sebuah kota di selatan mencoba melarang mereka dari pantai umum. Pada kesempatan itu, Conseil d'Etat membatalkan larangan tersebut, dengan mengatakan itu melanggar kebebasan mendasar.

Tidak ada larangan nasional di tempat, tetapi mereka dilarang di banyak kolam renang umum di seluruh negeri.

Pemimpin partai sayap kanan Marine Le Pen - yang berada di urutan kedua setelah Emmanuel Macron petahana dalam pemilihan presiden pada bulan April dan yang mencetak terobosan dalam pemilihan legislatif Minggu (19/6/2022), mengatakan dia ingin memperkenalkan undang-undang yang melarang burkini di kolam renang kota.

Organisasi hak-hak Muslim di Prancis mengatakan bahwa larangan burkini membatasi kebebasan mendasar dan mendiskriminasi perempuan Muslim.

Prancis, yang memiliki minoritas Muslim terbesar di Eropa, diperkirakan mencapai 5 juta, pada 2010 memberlakukan larangan niqab seluruh wajah dan cadar burqa di depan umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini