Share

Horor! Kepala Bayi yang Meninggal Tertinggal di Rahim saat Persalinan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 18 2617074 horor-kepala-bayi-yang-meninggal-tertinggal-di-rahim-saat-persalinan-6NoGbzzPfv.jpg Kepala bayi tertinggal di dalam rahim saat persalinan (Foto: iStockphoto)

PAKISTAN - Bayi yang lahir meninggal diketahui kepalanya tertinggal di dalam rahim ibu selama persalinan yang gagal.

Insiden mengejutkan itu erjadi pekan lalu di sebuah rumah sakit amal di distrik Tharparkar, Pakistan.

Setelah kelahiran sungsang yang ceroboh, ibu tersebut dilaporkan dipindahkan ke rumah sakit lain sejauh 51 mil dengan kepala bayinya masih berada di dalam dirinya.

Namun, setelah mengetahui fasilitas itu juga tidak dapat merawatnya, dia kemudian dikirim ke yang lain di kota Hyderabad, hampir 134 mil jauhnya.

Di sana kepala bayi akhirnya diangkat melalui operasi perut setelah rahimnya pecah.

 Baca juga: Geger, Bayi Prematur Ini Mendadak Hidup Kembali saat Akan Dimakamkan

"Kepalanya tersangkut setelah melahirkan batang tubuh karena pengiriman dilakukan oleh tangan yang tidak berpengalaman," kata seorang pejabat tinggi kesehatan provinsi Sindh dalam sebuah pernyataan selama akhir pekan.

Baca juga: Infeksi Covid-19 terkait dengan Meningkatnya Risiko Bayi Lahir Mati

Sementara itu, petugas kesehatan distrik Tharparkar Dr. Greesh mengatakan kepada VICE World News bahwa ibu yang diyakini berusia 52 tahun itu kini dalam pemulihan.

Dia menambahkan bahwa penyelidikan atas serangkaian kegagalan medis yang mengejutkan di balik pengiriman itu sekarang sedang berlangsung.

Menurut angka UNICEF, Pakistan telah mencatat 54 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, angka yang dua kali lebih tinggi dari negara tetangga India dan setidaknya 10 kali lebih tinggi dari negara maju lainnya.

Meski statistik tersebut telah menunjukkan peningkatan selama beberapa tahun terakhir, banyak daerah pedesaan yang dilanda kemiskinan seperti Tharparkar masih tertinggal jauh di belakang.

Di daerah-daerah seperti itu, sedikitnya 16 persen persalinan menerima tingkat bantuan medis yang memenuhi syarat yang dapat diterima.

"Dokter khusus tidak tersedia di wilayah tersebut. Wanita dan anak-anak mereka terus sekarat," kata jurnalis kesehatan yang berbasis di Karachi, Muhammad Waqar Bhatti.

"Dokter spesialis dan ginekolog tidak mau menginjakkan kaki di wilayah ini karena keterbelakangannya,” lanjutnya.

“Pemerintah perlu melakukan upaya sadar untuk meningkatkan staf dan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut sehingga tragedi seperti itu dapat dihindari di masa depan,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini