Share

3 Putra Mahkota yang Tidak Pernah Naik Tahta, Nomor 1 Nasibnya Tragis

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 25 Juni 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 18 2617657 3-putra-mahkota-yang-tidak-pernah-naik-tahta-nomor-1-nasibnya-tragis-tVMhOedBSY.jpg Mantan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muqrin bin Abdulaziz. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menjadi putra mahkota merupakan impian dari banyak anggota kerajaan. Hanya mereka yang memiliki hubungan darah dengan sang raja yang bisa meneruskan takhta. Namun, ternyata ada putra mahkota yang gagal menjadi raja.

Berikut ini beberapa putra mahkota yang tidak pernah naik takhta menjadi seorang raja, sebagaimana dirangkum Tim Litbang MPI:

BACA JUGA: Takut Pembalasan, Grup Hacker Rusia Minta Maaf Retas Data Putra Mahkota Saudi

1. Pangeran Sado

Pangeran Sado merupakan anak dari Raja Yeongjo, pemimpin Dinasti Joseon. Yeongjo memerintah antara 1694 hingga 1776. Sado sejatinya adalah anak kedua Yeongjo yang membawa harapan serta angin segar bagi orangtuanya. Sebab, kakak Sado, Hyojang, meninggal dunia pada 1728 karena sakit.

Dalam laman History of Yesterday disebutkan bahwa Sado dibesarkan dengan sangat baik oleh kedua orangtuanya. Dia dipastikan mendapat pendidikan dari para guru terbaik di Korea juga mendapat banyak pelatihan yang bisa menjadi bekal baginya jika menjadi penguasa Korea masa depan. Pangeran Sado tumbuh menjadi anak yang cerdas dan aktif. Akan tetapi, Sado memiliki rasa takut berlebihan kepada sang ayah yang terkenal sangat keras dan disiplin.

BACA JUGA: Pembaca Gerak Bibir Ungkap Pangeran Charles Mengeluh saat Pertama Kali Gantikan Ratu Buka Parlemen

Sado seharusnya naik takhta menggantikan ayahnya kelak. Sayangnya, hal itu tidak pernah terwujud lantaran Sado dieksekusi saat berusia 27 tahun, tepatnya 12 Juli 1762. Ia diduga mengidap penyakit mental dan melakukan perbuatan keji. Berbagai sumber menyebut, penyakit yang diderita Sado sering menyebabkannya tak sadarkan diri.

2. Pangeran Frederick

Satu lagi putra mahkota yang tidak pernah merasakan duduk di kursi raja adalah Pangeran Frederick dari Wales. Anak dari Raja Inggris Raya periode 1727 sampai 1760, George II, itu terkenal karena bertengkar dengan ayahnya dan membuat hubungan keduanya jadi tidak harmonis.

Melansir BBC, George II menganggap Frederick sangat tidak sabar untuk bertakhta sebagai raja. Sehingga, ia membuat gerakan oposisi untuk melawan ayahnya. Selain itu, ia juga memperlakukan istrinya, Putri Augusta, dengan tidak baik. Frederick bahkan mengusir Augusta dari istana setelah melahirkan anak mereka.

Keinginan Frederick menjadi raja tidak pernah terwujud. Ia meninggal dunia pada 31 Maret 1751 karena mengalami penggumpalan darah di bagian paru-paru. Meskipun terkesan sebagai pembangkang, namun masyarakat mengenal Frederick sebagai sosok baik hati dan sangat menyukai musik serta seni. Maka dari itu, banyak yang menyayangkan kematiannya lantaran ia tidak bisa menjadi raja.

3. Pangeran Muqrin

Adik kandung Raja Salman, Muqrin bin Abdul Aziz, dicopot dari gelar putra mahkota oleh sang kakak. Pria yang merupakan generasi terakhir dari keturunan Raja Abdulaziz itu gagal menjadi raja Arab Saudi masa depan. Salman diketahui menjadikan sang anak, Mohammed bin Salman (MBS), sebagai Putra Mahkota yang kelak akan meneruskan tugasnya memimpin Arab Saudi.

Melansir Sindonews, Salman mencopot Muqrin dari posisi Putra Mahkota saat ia resmi menjadi raja pada 23 Januari 2015. Sementara itu, Salman sendiri disebutkan tidak ingin anak-anak Abdulaziz lain menjadi raja dan mempersiapkan anaknya sendiri, MBS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini