Gagasan Nurtanio tentang industri pesawat mulai terwujud di tahun 1961. Kala itu, usaha pembuatan pesawat di Indonesia mulai bertahap industri. Di tahun tersebut, berdiri pula LAPIP atau Lembaga Persiapan Industri Penerbangan.
Tugasnya adalah untuk mempersiapkan pembangunan unit industri penerbangan dan memproduksi pesawat. Sekitar empat tahun setelahnya, LAPIP disebut mengalami kemajuan yang sangat luar biasa.
Kerja sama rutin dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing, contohnya adalah pabrik CEKOP yang ada di Polandia. Bahkan, karyawan LAPIP juga diperkenankan untuk belajar tentang industri pesawat di CEKOP.
Pria jenius nan santun itu gugur pada 21 Maret 1966. Kala itu, Nurtanio tengah melakukan tes penerbangan di Bandung. Pesawat produksi Cekoslavia yang ia piloti mengalami kerusakan mesin, sehingga menabrak sebuah toko ketika akan melakukan pendaratan darurat di Tegalega.
Untuk mengenang sosok Nurtanio, pemerintah melakukan peleburan antara LAPIP dan KOPELAPIP (Komando Persiapan Lembaga Industri Penerbangan) menjadi LIPNUR atau Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio.