Lebih lanjut, Agus memaparkan ketiga sapi yang merupakan suspek PMK berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiga sapi yang diduga mengalami gejala PMK akan dikarantina selama 14 hari hingga hasil pengujian klinis keluar, ketiga sapi itu masih berstatus sebagai suspek PMK.
"Hewannya langsung dikarantina, dipisahkan, diisolasi dijauhkan dengan hewan lainnya supaya tidak menular. Kemudian dilakukan tindakan pengobatan, pemberian multivitamin dan antinyeri," ujarnya.
"Suspek PMK. Kepastian penyakitnya harus uji laboratorium. Makanya kita kirim laporan ke kementerian," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.