Share

Sembunyi saat Gunung Api Meletus, Kura-Kura Kuno Ini Ditemukan dalam Kondisi Hamil 2.000 Tahun Lalu

Susi Susanti, Okezone · Senin 27 Juni 2022 04:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 18 2618493 sembunyi-saat-gunung-api-meletus-kura-kura-kuno-ini-ditemukan-dalam-kondisi-hamil-2-000-tahun-lalu-JgGitlTgRG.jpg Kura-kura kuno ditemukan dalam kondisi hamil 2.000 tahun lalu (Foto: Parco Archeologico Pompei)

POMPEII – Seekor kura-kura ditemukan dalam kondisi hamil dengan telurnya ketika Gunung Vesuvius meletus hampir 2.000 tahun yang lalu. Kala itu, penduduk kuno Pompeii membeku di tempat karena abu dan lahar dingin. Tak hanya manusia, flora dan fauna di sana juga menjadi korban gunung meletus itu.

Sekitar 2.000 tahun yang lalu, kura-kura berukuran 14 cm (5,5 inci) telah menggali sarang kecil di bawah tanah di bawah sebuah toko yang hancur akibat gempa sebelumnya.

Arkeolog menemukan sisa-sisa reptil terkubur di bawah abu dan batu ketika ditemukan sejak 79AD. Kura-kura itu berlindung di bawah bangunan yang sudah hancur ketika bencana gunung berapi melanda.

Para arkeolog menemukan sisa-sisa kura-kura itu saat menggali area kota yang telah dibangun kembali oleh penduduk kuno setelah gempa bumi sebelumnya menghancurkan Pompeii pada 62AD.

Para ahli mengatakan fakta bahwa kura-kura itu ditemukan dengan telur menunjukkan bahwa kura-kura itu dibunuh ketika mencoba mencari tempat yang damai untuk meletakkan keturunannya.

Baca juga: Diyakini Punah Seabad Lalu, Spesies Kura-Kura Raksasa Ditemukan Hidup di Kepulauan Galapagos

Arkeolog Universitas Oxford Mark Robinson, yang menemukan sisa-sisa kura-kura lain di situs Pompeii terdekat pada tahun 2002, mengatakan kepada BBC bahwa ada dua penjelasan tentang bagaimana reptil itu sampai di sana.

Baca juga: Penerbangan Delay karena Kura-Kura, Bandara Ini Akhirnya Pasang Perangkap di Landasan 

"Salah satunya adalah kura-kura peliharaan yang mungkin melarikan diri dan menuju ke reruntuhan gempa besar," katanya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Kemungkinan yang lebih mungkin adalah bahwa itu adalah kura-kura dari pedesaan terdekat yang telah mengembara ke kota kuno.

"Pompeii secara substansial rusak dan tidak di mana-mana dapat dibangun kembali setelah gempa. Flora dan fauna dari pedesaan sekitarnya telah pindah ke kota,” lanjutnya.

Para ahli mengatakan penemuan itu menggambarkan kekayaan ekosistem alam Pompeii pada periode setelah gempa.

"Seluruh kota adalah lokasi konstruksi, dan ternyata beberapa ruang sangat tidak digunakan sehingga hewan liar bisa berkeliaran, masuk dan mencoba bertelur," kata direktur jenderal Pompeii, Gabriel Zuchtriegel.

Seorang pengunjung Pompeii, seorang mahasiswa PhD Finlandia yang kebetulan sedang melewati situs itu ketika penemuan itu dibuat, menggambarkan apa yang dia lihat kepada BBC sebagai "spektakuler."

"Mereka baru saja mengeluarkan cangkang hewan itu, jadi yang terlihat adalah kerangka dan telurnya," terang Joonas Vanhala.

"Itu adalah warna coklat muda, berpasir,” lanjutnya.

"Saya tidak akan mengenalinya sebagai telur jika mereka tidak memberi tahu saya," tambahnya.

 Baca Selengkapnya: Kisah Kura-Kura Kuno Ditemukan dalam Kondisi Hamil 2.000 Tahun Lalu, Sembunyi saat Gunung Api Meletus

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini