Share

5 Aksi Pasukan Garuda Jaga Perdamaian Dunia, dari Perang Irak-Iran hingga Konflik Kamboja

Diana Purnamasari, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 18 2620536 5-aksi-pasukan-garuda-jaga-perdamaian-dunia-dari-perang-irak-iran-hingga-konflik-kamboja-no2j7Mrrxp.jpg Pasukan Garuda/setkab.go.id

JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang memiliki visi dan misi untuk aktif menjaga perdamaian dunia. Salah satu caranya adalah dengan mengirimkan pasukan untuk menjaga perdamaian di negara yang mengalami konflik.

Berikut ini adalah Pasukan Garuda yang diterjunkan langsung untuk mengamankan wilayah yang mengalami konflik, seperti dikutip dari Koran Sindo.

1. Perang Irak dan Iran (Kontingen Indonesia IX)

Pada 22 September 1980, pasukan Irak tengah menerobos perbatasan Iran akibat masalah perbatasan yang berlarut-larut antara kedua negara.

Dewan Keamanan PBB turut mencari penyelesaian guna mencapai kesepakatan damai di antara dua negara itu.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Pada 20 Juli 1987, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi nomor 598 yang menawarkan Iran dan Irak untuk melakukan gencatan senjata.

Dalam tugas sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian di wilayah Iran-Irak, Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda IX yang berlangsung sejak Agustus 1988 hingga November 1990.


2. Konflik Kamboja (Kontigen Garuda XII)

Pada 11 Maret 1967, Kamboja terlibat dalam konflik militer dengan kekuatan Partai Komunis Kampuchea (Khmer Merah) dan sekutunya Republik Demokratik Vietnam dan Viet Cong.

Dari perang ini, mulai muncul masalah perbatasan negara di wilayah Indocina, timbul krisis sosial dan genosida yang menewaskan jutaan warga Kamboja.

Guna melaksanakan operasi perdamaian PBB di Kamboja, pemerintah Indonesia mengirim kontingen yang disebut Kontingen XII pada Maret 1992.

Setelah kurang lebih dua tahun bertugas hingga Februari 1944, Kontingen XII mencetak prestasi yang menonjol.

Kontingen XII berhasil membebaskan enam personel United Nations Transi tional Authority in Cambodia atau UNTAC, operasi penjaga perdamaian PBB di Kamboja.

Selain itu, mereka juga berhasil menyelamatkan dua pengamat yang ditangkap Khmer Merah

3. Perang Saudara Somalia (Kontigen Garuda XIII)

Pada 1992, terjadi upaya penggulingan Presiden Siryad Barre dari kedudukan nya di Somalia.

Upaya ini dilakukan oleh sekelompok gerilyawan yang menentang kebijakannya, sehingga berakibat tumpahnya pertempuran.

Melihat kondisi Somalia saat itu, PBB memprakarsai perdamaian dan bertindak sebagai penengah dengan mengusahakan gencatan senjata.

PBB kembali memilih Indonesia untuk berperan aktif dalam mengatasi masalah di Somalia.

Juli 1992, pemerintah Indonesia mengirim Kontingen Garuda XIII menuju Somalia. Tugas mereka berakhir pada 5 Februari 1995.

4. Perang Bosnia-Herzegovina (Kontingen Garuda XIV)

Perang Bosnia terjadi pada Maret 1992 Akibat perang menyebabkan lebih dari 8.000 orang tewas.

Dalam mengatasi masalah di Bosnia-Herzegovina, PBB meminta Indonesia untuk mengirimkan Kontingen Garuda XIV.

Tugas mereka dimulai bulan Oktober 1993 yaitu sebagai pengamat militer pada United Nations Military Observer (UNMO).

Kemudian, bulan November 1994, pemerintah Indonesia mengirimkan tim pengamat yang tergabung dalam United Nations Observer Mission in Georgia (UNOMIG) Tugas Kontingen XIV berakhir di tahun 2000 dengan hasil yang memuaskan.

5. Perang Mozambik (Kontigen Garuda XVI)

Perang Mozambik dimulai tahun 1977, ketika negara di kawasan Barat Afrika itu telah meraih kemerdekaannya dari Portugal.

Namun, keberhasilan ini ditentang oleh Gerakan Pemberontak Mozambik yang mendapat dana dari pemerintah Thodesia dan Afrika Selatan.

Akibatnya, terdapat sekitar 1 juta orang tewas dalam pertempuran dan kelaparan.

Hubungan antara Mozambik dengan Afrika Selatan semakin memburuk yang mengakibat kan timbulnya kekacauan politik dan militer di Mozambik.

Untuk mengatasi hal tersebut, PBB berperan sebagai penengah untuk melakukan perdamaian di antara kedua negara ini.

PBB kemudian meminta Indonesia mengirim kan Kontingen Garuda XVI pada Juni 1984 hingga 1994.

Tugas mereka adalah sebagai pemantau polisi sipil yang berada di bawah kendali pengamat PBB di Mozambik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini