Orang-orang, terutama pelajar, dapat datang dan memanfaatkan Wi-Fi gratis tersebut. T-bin juga memiliki layar yang mendidik masyarakat tentang cara memilah-milah sampah, lanjutnya.
Kenya telah memperkenalkan beberapa hal untuk menangani masalah sampahnya. Pada tahun 2017, pemerintah memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Pada tahun 2020, mereka bertindak lebih jauh dengan memberlakukan larangan penggunaan plastik sekali pakai di “tempat-tempat yang dilindungi.”
Ini mencakup Taman Nasional, pantai, hutan dan wilayah Konservasi.
Pakar ekonomi lingkungan hidup Teddy Kinyajui berpendapat penemuan seperti T-bin turut berperan dalam membersihkan negara itu dari sampah.
Menciptakan lingkungan yang “bersih dan aman” merupakan target yang dituju Kenya pada tahun 2030, yang dimuat dalam program pembangunan jangka panjang negara itu.
(Natalia Bulan)