Share

Ini Tampang dan Senapan Pelaku Penembak Pendeta di Deliserdang

M Andi Yusri, Koran SI · Sabtu 02 Juli 2022 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 608 2622403 ini-tampang-dan-senapan-pelaku-penembak-pendeta-di-deliserdang-FkeTDFOHfp.jpg Pelaku penembak pendeta ditangkap. (Foto: Andi Yusri)

DELISERDANG - Pelaku penembakan terhadap Pendeta GSJA Fernando Tambunan, warga Perumahan viktory land Dusun III, Desa Jaharun A. Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polresta Deliserdang.

Pelakunya adalah pria berinisial ZB, warga Desa Jaharun A, Kecamatan Galang. Pelaku ditangkap pada Jumat (1/7/2022) siang saat sedang berada di sebuah bengkel sepeda motor. Tanpa perlawanan, pelaku diboyong petugas ke Mapolresta Deliserdang.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji membenarkan penangkapan pelaku penembakan terhadap Pendeta itu.

"Iya, saat ini masih melakukan pengembangan. Nanti dirilis," katanya kepada wartawan, Sabtu (2/7/2022).

 Baca juga: Penembak Juragan Rongsokan di Sidoarjo Berhasil Ditangkap

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (27/6/2022) sekira pukul 21.00 WIB. Fernando Tambunan terkena peluru saat dirinya sedang berada depan teras rumah bersama istrinya. Korban tiba-tiba merasakan sakit di bagian dada dan melihat darah keluar.

Selanjutnya, korban bersama istrinya langsung ke Klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun karena lukanya yang cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amri Tambunan dan diketahui korban mengalami luka tembak diduga berasal dari senjata jenis senapan angin.

Petugas kepolisian yang mendapat informasi tersebut, selanjutnya datang ke TKP melakukan penyidikan dan olah TKP di sekitar rumah korban. Pelaku diduga melakukan aksi penembakan dari atas bukit kecil kebun kelapa sawit dan semak belukar yang berjarak lebih kurang 15 meter dari rumah korban. 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Kondisi korban sudah mulai membaik, meski pihak RSUD Amri Tambunan sempat dua hari belum mengeluarkan peluru senapan yang bersarang di dada korban karena dianggap tidak membahayakan nyawa korban," sebutnya.

Saat ini, berdasarkan informasi, korban sudah dibawa ke RS Adam Malik Medan guna operasi pengeluaran peluru di dadanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini