Share

Investasi Crypto Bodong, Mantan TKW Tipu Korban hingga Rp200 Miliar di Kebumen

Joe Hartoyo, iNews · Minggu 03 Juli 2022 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 512 2622569 investasi-crypto-bodong-mantan-tkw-tipu-korban-hingga-rp200-miliar-di-kebumen-9KMAN9gRBj.jpg Polisi menangkap mantan TKW terkait investasi bodong (Foto: Joe Hartoyo)

KEBUMEN - Polres Kebumen mengungkap kasus investasi trading yang mengandung tindak pidana penipuan dan penggelapan. Tersangka inisial FT alias Fitri Crypto (36) warga Desa Krandegan, Kecamatan Puring, Kebumen ditangkap.

Dia hanya terntunduk malu saat Polres Kebumen menggelar konferensi pers di hadapan awak media. Modus kejahatan tersangka FT adalah menjanjikan keuntungan 5% dari setiap uang yang diinvestasikan kepadanya, setiap 10 hari, namun uang itu rupanya hasil investasi dari investor baru untuk menutup "profit" investor yang lebih dahulu bergabung, sebagian uang dari investor pengakuan tersangka untuk membeli sejumlah properti seperti tanah dan ruko, serta barang mewah lainnya.

BACA JUGA:Buron Kasus Investasi Bodong Ikan Lele Rp19 Miliar Ditangkap 

Keterangan FT yang juga mantan tenaga kerja wanita atau TKW di Hong Kong pada 2017 hingga 2021, kurang lebih sudah ada 2.800 investor yang telah bergabung dan menyetorkan uang kepadanya.

Total kurang lebih Rp200 miliar telah masuk ke dalam rekening tersangka FT, mulai dari yang deposit paling kecil Rp1 juta hingga Rp2 miliar.

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin mengatakan, untuk meyakinkan para korbannya, FT sering mengadakan gathering dua bulan sekali agar para investor lebih semangat lagi menyetorkan uang kepadanya dan mengajak orang lain bergabung.

BACA JUGA:4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Segera Disidang 

Salah satu korban inisial RZ (48) yang juga tetangga tersangka FT, ia mengalami kerugian Rp1,6 miliar. Kejadian bermula pada 23 Juli 2022, di mana ia mendaftarkan diri untuk menjadi investor kepada tersangka di kantor plan titip trading PT Fitri Crypto yang beralamat di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kebumen.

Dengan iming-iming mendapatkan keuntungan yang besar, RZ selalu menambahkan saldo atau top up setiap mendapatkan keuntungan. Total uang yang telah diserahkan tersangka hingga mencapai Rp1,6 miliar.

Namun, bukan berakhir bahagia setelah 28 Maret 2022, korban tak lagi mendapatkan profit dari yang semula dijanjikan tersangka. Korban mulai mempertanyakan tentang PT Fitri Crypto yang dikelola oleh tersangka FT dan ternyata uang yang telah masuk ke rekening tersangka juga tidak bisa ditarik.

Total ada 2.800 investor yang sudah bergabung. Mereka masuk dan tergiur dari cerita mulut ke mulut. FT memulai bermain trading crypto sejak tahun 2020 saat ia menjadi TKW di Hong Kong. Awalnya, ia mengaku profit dengan modal yang saat itu hanya Rp5 juta, lalu ia berambisi untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dengan mengajak banyak orang agar bergabung bersamanya.

Kini, FT pemilik PTT Fitri Crypto harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana dan/atau 372 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 3 juncto Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Kapolres Kebumen berpesan kepada warga yang merasa pernah melakukan investasi dengan tersangka FT melalui PT Fitri Crypto supaya melaporkan ke Polres Kebumen. Keterangan tersangka korbannya tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini