JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 6.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di 58 negara, dengan lebih dari 80% kasus di Eropa.
Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers virtual dari Jenewa, Rabu (6/7/2022) mengatakan WHO diperkirakan akan menentukan apakah akan menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global, tingkat kewaspadaan tertinggi, pada akhir bulan ini.
"Saya terus khawatir dengan skala dan penyebaran virus ini di seluruh dunia," terangnya, dikutip VOA. Dia menambahkan bahwa karena kurangnya pengujian, banyak kasus yang tidak dilaporkan.
Baca juga: WHO: Cacar Monyet Berisiko Tinggi Bagi Kelompok Rentan, Wanita Hamil hingga Anak-Anak
Infeksi virus, yang endemik di Afrika ini, biasanya ringan dan mirip dengan flu, tetapi bisa menyebabkan kelainan pada tekstur kulit. Wabah saat ini, dimulai pada bulan Mei. Tidak jelas berapa tingkat kematian akibat virus ini sekarang, tetapi virus sebelumnya mengakibatkan kematian sekitar 1%.
Baca juga: WHO Umumkan Sudah 1 Orang Meninggal dan 5.322 Dirawat karena Cacar Monyet