Share

Kemlu Rusia: Kehadiran Putin di KTT G20 Tergantung Situasi Covid-19 Indonesia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 07 Juli 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 18 2625328 kemlu-rusia-kehadiran-putin-di-ktt-g20-tergantung-situasi-covid-19-indonesia-5oF9GI154j.jpg Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertemu Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, 30 Juni 2022. (Foto: BPMI)

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin berkeinginan untuk berpartisipasi dalam KTT G20 mendatang di Indonesia, tetapi bagaimana dia melakukannya akan tergantung pada situasi pandemi Covid-19, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia Rabu (6/7/2022).

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia menyebutkan pihaknya menerima undangan dari Indonesia yang ditujukan kepada Putin, dan mengirimkan konfirmasi awal bahwa ia akan mengikuti pertemuan di Bali.

“Format partisipasinya dapat diklarifikasi tergantung pada perkembangan situasi di dunia dan lingkungan sanitasi-epidemiologis di Asia Tenggara,” tambah kementerian sebagaimana dilansir RT.

Pekan lalu, perdana menteri Italia mengklaim bahwa kantor Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengesampingkan kehadiran Putin.

BACA JUGA: Dubes Rusia: Kehadiran Putin di KTT G20 Bali Belum Bisa Dipastikan

“Presiden Widodo mengecualikan itu. Dia kategoris: Dia tidak akan datang,” kata Draghi, menyarankan bahwa pemimpin Rusia itu akan bergabung melalui tautan video.

Rusia menanggapi pernyataan itu, menyatakan bahwa bukan Italia untuk memutuskan bagaimana KTT itu diselenggarakan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Negara-negara Barat telah mendorong untuk mengisolasi Rusia secara diplomatis sejak menyerang Ukraina pada akhir Februari. Di acara-acara internasional, para pejabat yang mewakili Amerika Serikat (AS) dan sekutunya cenderung menghindari pejabat dari Rusia.

KTT G20 dirasakan oleh banyak pengamat politik sebagai tantangan bagi para pemimpin Barat, mengingat Rusia adalah anggota forum ekonomi. Banyak anggota lain dari kelompok itu, termasuk China dan India, telah menolak untuk bergabung dengan kampanye anti-Rusia yang dipimpin AS, dan beberapa secara terbuka mengkritik kebijakan Amerika mengenai Ukraina.

Presiden Jokowi pekan lalu mengunjungi Rusia untuk bertemu dengan Putin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini