Share

Bertemu Jokowi, Putin Nyatakan Minat Kembangkan Nuklir di Indonesia

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 01 Juli 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 18 2621739 bertemu-jokowi-putin-nyatakan-minat-kembangkan-nuklir-di-indonesia-7vdIshDKTo.jpg Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertemu Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, 30 Juni 2022. (Foto: BPMI)

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kremlin pada Kamis (30/6/2022). Ini merupakan kunjungan resmi pertama Presiden Jokowi ke Moskow, Rusia.

BACA JUGA: Putin: Barat Semakin Kacaukan Produksi Pertanian Global dengan Batasi Pasokan Pupuk Rusia

Dalam pertemuan antara kedua pemimpin, Putin menyampaikan ketertarikan Rusia bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan potensi nuklir nasional. Kerja sama pengembangan nuklir ini, menurut Putin, juga dapat dilakukan di bidang non-energi, seperti bidang medis.

“Banyak perusahaan kami (Rusia), termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia. Ada ketertarikan untuk mengembangkan energi nuklir nasional,” kata Putin sebagaimana dari laman resmi Kremlin.

Putin mengatakan bahwa perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom memiliki kompetensi dan pengalaman yang sangat mendukung, serta siap bekerja sama dalam bidang pengembangan nuklir dengan Indonesia.

BACA JUGA: Putin Sampaikan Perkembangan terkait Ukraina saat Bertemu Jokowi

“Rosatom... siap untuk berpartisipasi dalam proyek bersama termasuk yang terkait untuk penggunaan non-energi teknologi nuklir, misalnya, dalam kedokteran dan pertanian,” jelas Putin.

Selain hubungan kerja sama bilateral di bidang investasi, ekonomi, dan perdagangan, kedua pemimpin juga membahas isu-isu di bidang kerja sama kemanusiaan, dialog antar-agama, hingga pariwisata.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Presiden Rusia itu juga setuju dengan misi Jokowi untuk memulihkan rantai pasokan pangan yang saat ini terhambat. Menurut Putin, sanksi yang dijatuhkan terhadap Moskow menyusul pecahnya konflik di Ukraina menjadi salah satu penyebab permasalahan ini.

“Kami tentu bermaksud untuk terus memenuhi kewajiban kontraktual kami dengan itikad baik untuk pasokan makanan, pupuk, serta pembawa energi dan barang-barang penting lainnya. Di dalam hal, kami menganggap sangat penting untuk memulihkan rantai pasokan yang dilanggar oleh sanksi,” kata Putin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini