SWEDIA - Tamam Abou Hamidan dulunya adalah seorang pengungsi dari Jalur Gaza, Palestina yang berhasil menjadi seorang Wali Kota di sebuah kota di Swedia.
Namun, ia harus menempuh perjalanan panjang untuk mencapai posisi tersebut dan pengalamannya di Jalur Gaza memainkan peran besar dalam pencapaiannya.
“Saya lahir di Jabaliya di Jalur Gaza di Palestina,” kata Tamam dalam wawancara dengan Middle East Monitor.
"Saya tinggal di sana sepanjang masa kecil saya, dan belajar di sekolah lokal sebelum lulus dengan gelar jurnalisme dari Universitas Al-Aqsa." tambahnya.
Khawatir tentang dampak blokade yang sedang berlangsung di Gaza dan situasi ekonomi yang memburuk, Tamam kemudian memikirkan masa depan putrinya dan tahun 2014 ia pindah ke Blekinge County di Swedia selatan, saat itu ia juga memboyong orangtuanya.
Baca selengkapnya di sini>>> Kisah Pengungsi Palestina dari Gaza Menjadi Wali Kota di Swedia
(Natalia Bulan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.