Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Miris Bule di Indonesia, Mengemis dan Menggelandang hingga Dideportasi

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Minggu, 10 Juli 2022 |05:15 WIB
Kisah Miris Bule di Indonesia, Mengemis dan Menggelandang hingga Dideportasi
Rusminnubaev Marat, bule yang menjadi gelandangan di Bali karena kehabisan uang. (MNC Portal)
A
A
A

TURIS atau wisatawan asing gemar pergi ke Indonesia karena banyak lokasi wisata indah. Namun, tak jarang para turis tersebut kehabisan uang saat di Indonesia, sehingga terpaksa mengemis dan menggelandang demi bisa hidup.

Berikut adalah kisah bule sengsara di Indonesia, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber pada Minggu (10/9/2022) :

2016

Benjamin Host, seorang bule warga negara Jerman terpaksa mengemis di sekitaran jalan Raya Kuta, Badung, Bali pada September 2016 silam. Melansir Okezone, Ben (sapaan akrab Benjamin Host) sebenarnya sudah mapan hidup di Jerman bersama keluarga kecilnya.

Ia dulunya merupakan sales yang bekerja di sebuah supermarket. Usai dirasa memiliki uang cukup, Ben memutuskan untuk berkeliling ke negara-negara Asia. Parahnya, Ben menderita penyakit kaki gajah yang membuatnya tak bisa kembali ke Jerman dan terpaksa mengemis di Bali demi bisa pulang.

2019

Seorang warga negara Mesir bernama Tarek Ashour Mostafa Abdelaty dideportasi pemerintah Indonesia karena kedapatan mengemis di Riau, pada 15 Februari 2019. Tarek diketahui masuk ke Indonesia pada 2018 dengan visa turis melalui Dumai.

Proses deportasi Tarek cukup alot. Sebab, pihak Kedutaan Mesir enggan membiayai kepulangan Tarek. Deportasi akhirnya bisa dilakukan usai pemerintah Indonesia menyediakan dana untuk membeli tiket pesawat dari Pekanbaru ke Tangerang (Bandara Soekarno-Hatta). Selanjutnya, biaya dari Indonesia ke Mesir baru ditanggung oleh pemerintah Mesir.

BACA JUGA:Liburan ke Bali Bawa Ganja, Turis Asal Brazil Ditangkap 

2020

Rusminnubaev Marat, seorang warga negara Rusia, terpaksa menjadi gelandangan di Bali pada Juli 2020. Ia tak bisa kembali ke negara asalnya lantaran pandemi Covid-19 dan sudah tidak memiliki uang. Sebulan menjadi gelandangan dan hidup tak menentu, Marat ditempatkan di rumah detensi imigrasi (Rudenim).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement