Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menengok Makam Lady Evelyn Cobbold, Sosok Orang Inggris Pertama yang Masuk Islam dan Naik Haji

Natalia Bulan , Jurnalis-Selasa, 12 Juli 2022 |03:14 WIB
Menengok Makam Lady Evelyn Cobbold, Sosok Orang Inggris Pertama yang Masuk Islam dan Naik Haji
Para peziarah berkumpul di sekeliling makam Lady Evelyn untuk berdoa bersama/BBC
A
A
A

Tidak ada yang tahu pasti kapan perempuan itu mulai memeluk Islam. Namun pertemuan kebetulan dengan Paus saat ia berkunjung ke Roma tampaknya menguatkan keyakinannya.

"Ketika Yang Mulia tiba-tiba berbicara kepada saya dengan bertanya apakah saya seorang Katolik, saya terkejut sejenak kemudian menjawab bahwa saya Muslim," ujarnya.

"Entah apa yang merasuki saya, saya sama sekali tidak tahu karena saya sudah bertahun-tahun tidak memikirkan Islam."

Di Timur Tengah, Lady Evelyn dikenal dengan nama Lady Zainab oleh kawan-kawan Arabnya. Ia punya akses luas dan pernah menulis tentang "pengaruh dominan perempuan di budaya Muslim".

Pada usia 65 tahun, ia menunaikan haji ke Mekah, perempuan Inggris pertama yang melakukan ibadah ini.

Salah seorang Mualaf yang berziarah ke makam Lady Zainab adalah Yvonne Ridley, yang tinggal di perbatasan Skotlandia.

Ridley masuk Islam setelah bekerja sebagai jurnalis di Afghanistan dan ditangkap oleh Taliban pada 2001.

"Keputusan saya untuk masuk Islam dipicu, dengan banyak cara, oleh penangkapan dan penahanan saya oleh Taliban. Pengalaman itu mengarahkan saya pada jalan yang awalnya sekadar kegiatan akademik namun menuntun saya pada perjalanan spiritual," ujarnya.

Dalam memoarnya, In the Hands of the Taliban, Ridley mengatakan ia kagum dengan sikap hormat dan kesopanan yang ditunjukkan para pria Taliban kepadanya.

Selama penahanannya ia berjanji akan mempelajari Al-Quran dan melakukannya setelah ia dilepaskan.

Ridley belajar tentang Lady Evelyn dari Al-Toma ketika mereka di Turki.

"Saya mulai membaca lebih banyak tentang perempuan Skotlandia yang luar biasa ini, kemudian Batool dan saya memutuskan kami akan mengajak sekelompok mualaf untuk berziarah ke makamnya," kata Ridley.

Setelah tiga jam pendakian dalam cuaca dingin dan basah, para peziarah beristirahat sejenak sementara pemandu mereka, Ismail Hewitt, yang mengenakan kilt, berjalan lebih jauh untuk mencari tempat peristirahatan terakhir Lady Evelyn.

Semangat mereka bangkit ketika ia melambai dari kejauhan, memberi sinyal bahwa tempatnya sudah kelihatan, tidak jauh di atas bukit.

Kelompok mualaf itu berjalan ke sana kemudian berkumpul dan berlutut di sekeliling batu nisannya.

Satu per satu dari mereka memberi penghormatan sebelum berdoa bersama. Momen ini sungguh mengharukan dan beberapa orang bahkan sampai menangis.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement