Al-Toma menutup upacara tersebut dengan membacakan cuplikan dari buku yang ditulis Lady Evelyn tentang perjalanan hajinya ke Mekah.
"Apakah yang terjadi dalam beberapa hari ke belakang selain minat, keajaiban, dan keindahan yang tak ada habisnya. Bagi saya, sebuah dunia baru yang menakjubkan telah terungkap."
Setelah berjalan kembali ke jalanan, para peziarah diundang ke masjid di Iverness untuk makan bersama dan merenungkan perjalanan yang baru mereka lakukan.
Ridley berkata ia merasa letih sehabis perjalanan, namun doa bersama di makam Lady Evelyn "menggetarkan jiwa".
"Ada seekor rusa yang muncul di bukit di atas kuburannya, yang cukup simbolis dan menggugah," ujarnya.
"Inilah perempuan yang hatinya berada di Highlands, tapi juga sangat mendalami Islam."
Al-Toma setuju bahwa Lady Evelyn adalah contoh bagaimana para mualaf dapat tetap mempertahankan identitas dan budayanya.
"Dia adalah mualaf yang sangat penting di sini," imbuhnya.
"Saya senang membaca bukunya dan melakukan perjalanan ini karena saya mengagumi keberaniannya dan jiwa petualangnya. Dia seorang perintis sejati."
(Natalia Bulan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.