Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menguak Misteri Semesta Sebelum Terjadinya Big Bang, Dapatkah Sesuatu Muncul dari Ketiadaan?

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 13 Juli 2022 |03:02 WIB
Menguak Misteri Semesta Sebelum Terjadinya <i>Big Bang</i>, Dapatkah Sesuatu Muncul dari Ketiadaan?
Ilustrasi/ Foto: Reuters
A
A
A

Meski begitu, semua teori tentang gravitasi kuantum menjabarkan adanya reaksi fisika yang terjadi di masa Planck-sesuatu yang mendahului ruang dan waktu yang kita tahu sekarang. Tapi, dari mana itu berasal?

Bahkan bila hukum kausalitas tidak berlaku seperti biasa, mungkin kita masih bisa menjelaskan komponen dalam masa Planck dengan terminologi sekarang. Tapi sayangnya, bahkan sampai kini, fisikawan-fisikawan terbaik di dunia tak mampu menjawabnya.

Sampai kita membuat kemajuan dengan "teori atas segalanya" atau theory of everything, kita tidak akan menemukan jawaban pasti. Yang bisa kita katakan dengan yakin sekarang adalah, ilmu fisika tidak pernah menemukan contoh pasti dari sesuatu yang tercipta dari kehampaan.

Bagaimana sesuatu muncul dari ketiadaan

Untuk benar-benar menjawab bagaimana sesuatu bisa muncul dari ketiadaan, kita harus menjelaskan keadaan kuantum dari seluruh alam semesta dari awal masa Planck. Tapi semua usaha melakukan ini sangat spekulatif.

 BACA JUGA:Konsisten Transformasi Kultural, Pegadaian Berikan Beasiswa ke Amerika dan Eropa

Beberapa mengarah kepada kekuatan supranatural seperti keberadaan Tuhan.

Namun beberapa penjelasan lain tetap sejalan dengan ranah fisika-seperti multiverse, yang terdiri dari semesta paralel yang tak terhingga jumlahnya, atau Semesta dengan model siklus, yang lahir dan terlahir kembali.

Fisikawan pemenang hadiah Nobel Roger Penrose mengusulkan satu teori yang menarik namun kontroversial tentang model siklus Semesta yang disebutnya dengan "conformal cyclic cosmology".

Penrose terinspirasi dari adanya koneksi matematika antara Semesta yang sangat panas, padat, dan kecil-seperti halnya dalam teori Big Bang, dan Semesta yang sangat dingin, kosong, dan melebar sangat luas, seperti yang kemungkinan terjadi di masa depan.

Teorinya secara radikal mencoba menjelaskan hubungan ini, yakni keduanya identik secara matematika bila dibawa ke batasan tertentu. Pemikiran ini tampak paradoks, namun ketiadaan total materi mungkin telah berhasil memunculkan semua materi yang kita lihat di sekitar kita dalam Semesta kita sekarang.

 BACA JUGA:Proyek Ambisius Gaia, yang Ingin Memetakan Galaksi Bima Sakti hingga Merekam Gempa Bintang

Dalam pandangan ini, Big Bang muncul nyaris dari ketiadaan. Itulah yang tersisa ketika semua materi di alam semesta telah terhisap dalam lubang hitam-lubang hitam, yang kemudian melebur menjadi photon, kemudian menghilang ke kehampaan.

Seluruh semesta, oleh karenanya, muncul dari sesuatu yang, bila dilihat dari perspektif fisika yang lain, paling mendekati dengan ketiadaan mutlak. Tapi kehampaan itu tetaplah sesuatu. Itu masih semesta yang penuh dengan materi fisika, betapapun kosongnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement