Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Warga Ukraina yang Ditahan Paksa Pasukan Rusia, Dipukuli, Disetrum hingga Disiram Air Dingin

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 15 Juli 2022 |11:58 WIB
Kisah Warga Ukraina yang Ditahan Paksa Pasukan Rusia, Dipukuli, Disetrum hingga Disiram Air Dingin
Penahanan paksa warga Ukraina oleh pasukan Rusia (Foto: BBC)
A
A
A

"Mereka tidak menyentuh sopir saya," ujarnya.

"Mereka hanya menginterogasi saya. Mereka menggunakan kekerasan fisik, aliran listrik, dan menyiram saya dengan air dingin selama suhu beku di luar. Kaki saya mengalami radang dingin, tulang rusuk dan organ dalam yang rusak,” lanjutnya.

Ayah tiga anak ini menambahkan bahwa pasukan terjun payung juga memukulinya dengan "pemukul karet" dan menendangnya hingga pingsan. Dia juga mengaku disetrum berulang kali oleh pasukan Rusia.

"Pada hari ketiga dari semua ini, saya dipukuli dengan sangat parah sehingga saya tidak bisa bergerak [mandiri]. Dan saya tidak akan selamat tanpa sopir saya, yang selalu membantu saya," katanya.

Pylypenko mengatakan dia kemudian menjadi subyek perang antara pasukan terjun payung - yang ingin mengeksekusi dia untuk perannya dalam membantu pasukan Ukraina menargetkan posisi mereka - dan polisi militer, yang ingin dia menggunakan posisinya untuk membantu mengatur pertukaran tahanan.

"Kedua kelompok ini sempat berselisih paham tentang siapa yang akan menangani lebih lanjut tawanan perang ini. Karena pasukan terjun payung baru saja ingin menghancurkan saya," katanya.

Petugas polisi militer akhirnya memenangkan pertarungan, dan setelah mengatur 11 putaran pertukaran tahanan, Pylypenko akhirnya dibebaskan pada 10 Juni lalu.

Sementara itu, Dmytro Vasyliev, mantan ketua dewan lokal di kota selatan Nova Khakova yang diduduki, mengatakan kepada BBC bahwa dia ditangkap pasukan proksi Rusia dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri pada Maret lalu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement