Studi tersebut juga mengatakan nama tempat Natounissarokerta terdiri dari nama kerajaan Natounissar, pendiri dinasti kerajaan Adiabene, dan kata Parthia untuk parit atau benteng.
"Deskripsi ini bisa berlaku untuk Rabana-Merquly," ujarnya. Sebagai pemukiman besar yang terletak di persimpangan antara zona dataran tinggi dan dataran rendah, kemungkinan besar Rabana-Merquly telah digunakan, antara lain, untuk berdagang dengan suku-suku penggembala, mempertahankan hubungan diplomatik, atau melakukan tekanan militer.
"Upaya besar yang harus dilakukan untuk merencanakan, membangun, dan memelihara benteng sebesar ini menunjukkan kegiatan pemerintah," ungkapnya.
Studi tersebut mengatakan penemuan itu menambah pengetahuan kita tentang arkeologi dan sejarah Parthia, yang tetap sangat tidak lengkap, meskipun signifikansinya sebagai kekuatan utama di Timur Dekat kuno.
(Susi Susanti)