Menurutnya, langkah BNI dalam memerangi hoaks perlu diapresiasi. Terlebih, BNI melakukan pelaporan yang diikuti pula dengan berbagai program sosialisasi untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat.
“Kami pun melihat kesadaran masyarakat untuk melaporkan berita hoaks makin meningkat. Semoga ke depannya, lebih banyak masyarakat yang tidak mudah terpengaruh berita tidak benar,” kata Anthonius.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia Wenseslaus Manggut turut berharap kerja sama antar pihak bisa terus terbangun seperti membuat komite digital menangkal penyebaran berita hoax. Ini dikarenakan daya engage berita hoaks berkali-kali lipatnya ketimbang upaya klarifikasi.
“Daya engage hoaks lebih melesat cepat dalam membuat kerusakan sehingga model klarifikasi konvensional saja tidak cukup,” katanya.
(Karina Asta Widara )