Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

18 Orang Tewas Setelah Ratusan Polisi Serbu Favela Rio de Janeiro

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2022 |08:54 WIB
18 Orang Tewas Setelah Ratusan Polisi Serbu Favela Rio de Janeiro
Penyerbuan polisi di favela di Rio de Janeiro, Brasil, 21 Juli 2022. (Foto: Reuters)
A
A
A

RIO DE JANEIRO - Polisi di Brasil mengatakan 18 orang tewas dalam serangan terhadap geng kriminal yang menguasai salah satu favela di Rio de Janeiro. Favela adalah sebutan untuk daerah-daerah kumuh di Brasil, yang biasanya menjadi sarang kejahatan.

Empat ratus polisi militer bersenjata lengkap dikerahkan ke favela Alemão pada Kamis (21/7/2022) dini.

BACA JUGA: Fakta Unik Favela, Sarang Kriminal di Brasil

Keterangan pejabat menyebutkan bahwa 16 orang yang tewas diduga sebagai penjahat, sementara seorang petugas polisi dan seorang pengamat adalah dua korban lainnya.

Operasi berlangsung sepanjang hari dan menyebabkan ribuan orang terperangkap di rumah mereka.

Tujuan penggerebekan adalah untuk menemukan dan menangkap penjahat yang merencanakan operasi di daerah kumuh saingan, kata polisi.

Beberapa target mengenakan seragam yang mirip dengan polisi militer, yang membuat mereka lebih sulit dikenali, demikian dilaporkan media lokal O Dia.

Ke 400 petugas tersebut didukung oleh 10 kendaraan anti peluru dan empat helikopter.

Penduduk setempat terlihat membawa orang-orang yang terluka ke dalam kendaraan saat polisi mengawasi.

BACA JUGA: Baku Tembak Polisi dan Geng Narkoba Brasil Tewaskan 25 Orang

Gilberto Santiago Lopes, dari Komisi Hak Asasi Manusia Anacrim, mengatakan polisi menolak membantu. Dia mengatakan bahwa polisi datang ke favela dengan tujuan membunuh, bukan menangkap sasaran mereka,

“Jadi jika mereka terluka, polisi pikir mereka tidak pantas mendapatkan bantuan," kata Lopes kepada Reuters.

Penggerebekan mematikan tidak jarang terjadi di favela Rio de Janeiro, saat polisi berusaha memburu geng penyelundup narkoba. 

Tetapi kelompok hak asasi manusia di Brasil sangat kritis terhadap operasi polisi di masyarakat berpenghasilan rendah yang penuh sesak, dengan mengatakan bahwa mereka membahayakan nyawa penduduk tanpa benar-benar membatasi kekuatan geng.

Pada Mei, 22 orang tewas, juga termasuk seorang wanita, di favela Vila Cruzeiro.

Tahun lalu, setidaknya 25 orang, termasuk seorang polisi, tewas dalam baku tembak di daerah Jacarezinho di kota itu.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement