Share

Malpraktik Kepala Bayi Terpotong di RSUD Jombang, Orangtua: Kenapa Tidak Disesar?

Mukhtar Bagus, iNews · Senin 01 Agustus 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 519 2640052 kasus-dugaan-malpraktik-potong-kepala-bayi-keluarga-sudah-minta-operasi-caesar-yEdb4NY0c8.jpg Orangtua dari bayi yang kepalanya dipotong saat proses kelahiran macet di RSUD Jombang. (iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG – Duka masih menyelimuti Yovi Widianto (26), warga Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Yovi baru saja kehilangan anaknya Cahaya Rembulan saat proses kelahiran akibat dugaan malpraktik di RSUD Jombang pada 28 Juli 2022.

Menurut Yovi, anaknya itu meninggal lantaran pihak RSUD Jombang yang memaksakan istrinya Rohmah untuk melahirkan secara normal.

Yovi menjelaskan, sejak masa kehamilan dan istrinya kontrol rutin, dokter selalu mengingatkan bahwa nanti harus operasi Caesar. Dia pun mempertanyakan kepada pihak RSUD Jombang tidak melakukan operasi sesar.

Dokter beralasan kondisi rohmah tidak memungkinkan untuk melahirkan normal karena pinggulnya yang kecil, memiliki riwayat hipertensi, dan gula darahnya tinggi.

Demikian juga saat akan melahirkan dan pergi ke Puskesmas Sumobito. Pihak puskesmas juga segera merujuk Rohmah ke RSUD Jombang untuk operasi caesar.

Namun, setibanya di RSUD Jombang, petugas memaksa Rohmah melahirkan normal dengan dalih kondisinya sudah siap untuk melahirkan normal.

Akibatnya saat proses kelahiran berlangsung dan kepalanya sudah keluar, proses kelahirannya tiba-tiba macet sehingga leher bayi tercekik dan meninggal dunia.

Untuk menyelamatkan ibunya, dokter kemudian terpaksa memotong kepala bayi lalu mengambil tubuhnya yang masih di dalam rahim dengan cara operasi caesar.

Atas sikap tim medis RSUD Jombang, Yovi mengaku kecewa. Sebab sejak awal, ia dan istrinya sudah berkali-kali meminta untuk operasi caesar.

"Saya nanya lagi, kenapa kok nggak disesar, kenapa nggak dioperasi ya kita sudah berusaha semaksimal mungkin, rujukannya sesar. Sekitar pukul setengah 10 dijarno (dibiarkan) sudah nggak ada pilihan, sudah nggak ada pilihan," katanya, Senin (1/8/2022).

Selanjutnya, oleh seorang dokter Yopi diberi penjelasan bahwa bayinya harus diberikan tindakan medis pemisahan anggota tubuh bayi, agar janinnya bisa keluar.

"Dengan memotong kepala atau gimana, terus badannya nanti diambil dari sesar. Kenapa tadi nggak disesar, (jawabnya) kita sudah berusaha, kalau bisa normal ya normal dulu," ujarnya.

"Saya sudah lihat istri kesakitan, saya tanda tangan, akhirnya dioperasi pukul setengah 12 (malam) sudah selesai, saya lihat bayinya ya udah nggak ada," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Rohmah masih dirawat di RSUD Jombang. Pihak keluarga pun meminta RSUD Jombang untuk tanggung jawab. (erh)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini