Share

Kronologi Kericuhan Suporter Sepak Bola Tewaskan Tukang Parkir di Yogya

Erfan Erlin, iNews · Kamis 04 Agustus 2022 00:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 510 2641627 kronologi-kericuhan-suporter-sepak-bola-tewaskan-tukang-parkir-di-yogya-pqzARj7YnC.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

SLEMAN - Juru parkir swalayan di kawasan Babarsari yang tewas dalam kericuhan antar suporter sepak bola beberapa waktu lalu telah dimakamkan.

Dua orang tersangka penganiayaan terhadap Tri Fajar Firmansyah (23) juga telah diamankan, dan 5 lainnya masih buron.

KBO Reskrim Polres Sleman, IPDA Syaifudin menceritakan kronologi yang menyebabkan korban meninggal dunia. Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Senin 25 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 WIB di depan swalayan Mirota Jalan Laksda Adi Sutjipto, Kapanewon Depok.

"Penganiayaan tersebut dilaporkan oleh kakak korban," ujar Syaifudin, Rabu (3/8/2022).

BACA JUGA:Ricuh Sepak Bola Tarkam di Sukabumi, Polisi Sampai Keluarkan Tembakan Peringatan 

Kakak korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi setelah mendapatkan informasi tetangga jika adiknya, Tri Fajar Firmansyah dirawat di RSPAU Harjolukito karena dikeroyok oleh rombongan yang mengendarai sepeda motor.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama temannya sedang duduk-duduk nongkrong di seputar TKP, swalayan Mirota, Tambakbayan. Saat itu, tiba-tiba dari arah barat datang rombongan dengan mengendarai sepeda motor.

"Nah, rombongan ini langsung melakukan penyerangan atau pengejaran terhadap korban dan teman-temannya yang saat itu sedang nongkrong," ujarnya.

BACA JUGA:Demo Mahasiswa Cirebon Berakhir Ricuh, LaNyalla Minta Aparat Tidak Represif 

Saat dikejar para pelaku, korban berusaha menghindar dari kejaran dengan berlari. Namun, korban terjatuh dan langsung mengalami kekerasan atau dikeroyok oleh para pelaku yang sebelumnya melakukan pengejaran.

Korban saat itu langsung pingsan usai mendapat pukulan bertubi-tubi dari para pelaku. Korban kemudian dibawa ke RS terdekat oleh rekannya yang lain usai rombongan penganiaya pergi. Korban dibawa ke RSPAH Hardjolukito yang jaraknya paling dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP).

"Selanjutnya, kami menyelidiki dan berhasil mengidentifikasi pelaku serta mengamankan dua pelaku," ujarnya.

Wahyudi (59), ayah mendiang Tri Fajar Firmansyah (23) harus berat hati melepas kepergian putra bungsunya itu. Ia mengaku sangat sedih dengan kejadian yang menimpa anaknya, apalagi sebelum meninggal korban sempat koma selama 8 hari di rumah sakit.

"Kulo keloro-loro, keronto-ronto atiku. Semedot rasane (Sakit rasanya, hatiku meronta-ronta. Putus rasanya)," kata dia.

Anak bungsunya itu memang sangat dekat dengan kedua orangtua, bahkan Fajar sering bercanda dengan mereka. Banyak kenangan manis Wahyudi terhadap anak bungsunya tersebut.

Salah satunya sore sebelum kejadian nahas itu menimpa, Fajar meminta untuk diambilkan makan dan anehnya, meminta untuk disuapi oleh bapaknya. Selesai makan, Fajar langsung pamit pergi karena ditelepon temannya.

Ia mengakui, Tri merupakan suporter setia PSS Sleman dan kerap menonton tim andalannya itu bila bertanding. Namun, Tri Fajar dikenal sebagai pemuda supel yang aktif dalam kegiatan kepemudaan dan tidak neko-neko.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini