"Dilihat tiga tahun ini, kebijakan terkait beasiswa sangat gencar. Ribuan masyarakat Bojonegoro mendapat akses pendidikan tinggi secara gratis. Mulai beasiswa 2 sarjana per desa, beasiswa scientist, beasiswa RPL Desa, beasiswa tugas akhir dan lainnya," ucapnya.
Peramalan IPM Bojonegoro ke depan ini didasarkan pada analisa bahwa para penerima beasiswa tersebut kebanyakan lulus kisaran 2024 hingga 2026. "Pendekatan secara kuantitatif ini kita bisa dapatkan peramalan nilai IPM," tutur Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Unigoro ini.
Dari data kuantitatif tersebut, penelitian kemudian dikembangkan lagi dengan pendekatan secara kualitatif dengan metode triangulasi. Produk kebijakan kurun waktu tahun 2019 hingga 2022 mengenai beasiswa cukup banyak. Sejumlah MoU antara Pemkab Bojonegoro dengan pihak ketiga pada bidang pendidikan juga menjadi bagian penting penelitian ini.
"Kita dapatkan kesimpulan bahwa SDM Bojonegoro akan setara nasional jika dilihat nilai IPM secara nasional saat ini berada angka 72,29. Sedangkan nilai IPM Bojonegoro dapat melompat lebih tinggi lagi," ucapnya.
(Fitria Dwi Astuti )