Share

Terbang Bersama Suami dan 2 Anaknya, Wanita Ini Meninggal saat Tidur di Pesawat

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 13 Agustus 2022 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 18 2647308 terbang-bersama-suami-dan-2-anaknya-wanita-ini-meninggal-saat-tidur-di-pesawat-HUsN6UEJ0g.jpg Wanita ini meninggal saat tidur di dalam pesawat ketika terbang bersama suami dan 2 anaknya (Foto: GoFundMe)

INGGRIS - Seorang ibu dari dua anak yang melakukan perjalanan ke Inggris untuk menengok orangtuanya dilaporkan meninggal saat tidur dalam penerbangan bersama suami dan dua anaknya.

Teman-temannya mengatakan Helen Rhodes dan keluarganya sedang terbang dari Hong Kong ke Inggris pada 5 Agustus lalu ketika dia meninggal dalam tidurnya.

“Kami masih tidak percaya dan kaget atas meninggalnya teman tersayang kami yang tiba-tiba yang hidupnya telah menyentuh banyak orang di Hong Kong dan Inggris,” tulis teman Jayne Jeje di postingan GoFundMe.dikutip New York Post.

“Helen ditemukan tidak responsif beberapa jam setelah penerbangan. Terlepas dari semua upaya, Helen tidak dapat dihidupkan kembali,” lanjutnya.

“Ini semua terlihat di depan anak-anaknya. Selama 8 jam sisa penerbangan, Helen berbaring terengah-engah di kursinya,” ujarnya.

Baca juga: 22 Jenazah Korban Pesawat Jatuh di Nepal Telah Ditemukan Semuanya, Tersebar di Lereng Curam Setinggi 4.000 Meter

Suaminya, Simon, dan anak-anaknya yang masih kecil, Nathan dan Emma, sangat bersedih dan berduka akibat kehilangan sang ibunda.

Baca juga: Penumpang Pesawat Meninggal Mendadak di Bandara Soekarno-Hatta

Pesawat pun harus dihentikan di Jerman untuk menurunkan jenazah tubuh Rhodes di Frankfurt. Sedangkan keluarganya harus melakukan perjalanan tanpa dia.

“Meskipun ini sangat traumatis bagi keluarga, mereka semua punya waktu untuk mengatakan apa yang perlu mereka katakan kepadanya,” katanya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Jeje mengatakan Rhodes tinggal di Hong Kong selama 15 tahun, tetapi dia dan keluarganya berencana untuk kembali ke Inggris untuk memulai hidup baru di sana.

Dia berprofesi sebagai bidan yang digambarkan oleh Jeje sebagai "denyut nadi" komunitas lokalnya di Hong Kong dan satu-satunya bidan di sana.

"Helen bersemangat dan gugup tentang kepindahan itu, tetapi berharap dapat melihat keluarganya kembali ke rumah, karena dia belum melihat keluarga atau orang tuanya yang sudah lanjut usia sejak pandemi dimulai," tulis Jeje.

"Sayangnya, dia tidak pernah melihat mereka lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan kepada Guardian pihaknya ikut berduka cita dan memberikan dukungan kepada Rhodes dan keluarganya.

“Kami mendukung keluarga seorang wanita Inggris yang meninggal dalam penerbangan ke Frankfurt dan berhubungan dengan pihak berwenang setempat,” terangnya.

Adapun halaman penggalangan dana telah mengumpulkan lebih dari USD21.000 (Rp308 juta) pada Senin (8/8/2022) akan digunakan untuk biaya pemakaman dan dukungan tambahan untuk keluarganya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini