Share

Kucing Akhirnya Dibebaskan Keluar Rumah Usai Lockdown Selama 3 Bulan karena Dianggap Ancam Burung Langka

Susi Susanti, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 18 2648040 kucing-akhirnya-dibebaskan-keluar-usai-lockdown-selama-3-bulan-karena-dianggap-ancam-burung-langka-NvaVeLywUl.jpg Kucing dibebaskan keluar usai dikenakan penguncian selama 3 bulan (Foto: Canva)

JERMAN - Pemilik kucing di satu kota Jerman akan diizinkan untuk membiarkan hewan peliharaan mereka keluar untuk pertama kalinya dalam tiga bulan ketika pihak berwenang mencabut 'penguncian' khusus.

Orang-orang di Walldorf, di barat daya, diperintahkan pada Mei lalu untuk menjaga kucing mereka di dalam rumah untuk melindungi burung yang terancam punah.

Dikutip BBC, kucing hanya diizinkan keluar jika mereka diikat dengan tali yang panjangnya tidak lebih dari dua meter.

 Baca juga: Imbas Musim Panas, Kucing dan Anjing Pakai Baju yang Dilengkapi Kipas Angin Seharga Rp1 Juta

Namun hewan-hewan tersebut akan kembali diizinkan berkeliaran bebas mulai pukul 00:01 pada Senin (14/8/2022) waktu setempat.

 Baca juga: 5 Kesalahpahaman Tentang Kucing yang Wajib Diketahui

Sebelumnya, jika seekor kucing melarikan diri saat penguncian diberlakukan, pemilik diberitahu untuk menelepon hotline khusus, kemudian menemukan dan menahan kucing yang melanggar.

Setiap pelanggaran akan mendapatkan denda. Pemilik yang hewannya melukai atau membunuh salah satu burung yang dilindungi harus membayar hingga 50.000 euro.

Pihak berwenang telah berusaha untuk melindungi populasi lokal burung jambul, dengan mengatakan spesies itu terancam punah di negara bagian Baden-Württemberg, dan Jerman yang lebih luas.

Mereka mengatakan hanya ada tiga pasangan pembiakan yang tersisa di Walldorf sendiri.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Aktivis mengkritik pembatasan tersebut, dengan mengatakan mereka akan membahayakan kesejahteraan kucing, sementara juga menekankan bahwa mereka mendukung upaya untuk melindungi burung.

Menurut Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) Inggris, jutaan burung mati secara alami setiap tahun, tetapi tidak ada bukti bahwa serangan dari kucing di kebun menyebabkan populasi menurun.

Tidak jelas apakah penguncian Walldorf telah menguntungkan burung-burung itu, tetapi pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan mencabut pembatasan itu dua minggu lebih awal dari yang diharapkan.

Burung yang menetas di musim semi sekarang dianggap cukup berkembang dan kurang rentan terhadap serangan.

Wali Kota Walldorf mengatakan ini adalah kabar baik, tetapi dia dan komunitas kucing setempat mungkin akan menyadari jika hal ini tidak akan lama. Mengapa? Karena penguncian diperkirakan akan dilakukan kembali pada musim semi berikutnya, dan di tahun-tahun berikutnya selama musim kawin burung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini