Share

Polisi Bongkar Penipuan Nasabah Bank, Pelaku Kuras Uang hingga Rp800 Juta

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Senin 15 Agustus 2022 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 525 2648212 polisi-bongkar-penipuan-nasabah-bank-pelaku-kuras-uang-hingga-rp800-juta-yIGeaksky3.jpg Polda Jabar rilis kasus penipuan terhadap nasabah korban yang mengakibatkan kerugian hingga sekira Rp800 juta. (MNC Portal/Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG - Polisi membongkar praktik jahat komplotan penipu nasabah bank jaringan Sumatera Selatan (Sumsel) yang menguras dana nasabah hingga ratusan juta rupiah.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo memaparkan, dalam melancarkan aksinya, ketiga penipu berinisial DM, DI, dan AL membuat brosur elektronik berisi pengumuman dari Bank BRI tentang perubahan tarif biaya transaksi dalam layanan BRI mobile atau internet banking dari Rp6.500 menjadi Rp150.000.

Berbekal brosur elektronik tersebut, mereka mengirimkan link kepada nomor WhatsApp nasabah dan mengarahkan nasabah untuk segera melakukan konfirmasi dengan membuka dan mengisi form dari link yang dikirim pelaku.

Dalam form link tersebut, nasabah lalu diarahkan untuk mengisi username dan password mobile banking serta kode on-time password (OTP) yang masuk melalui pesan singkat.

"Setelah pelaku mendapatkan data dari form link tersebut, selanjutnya pelaku dapat menguasai akun mobile banking korban kemudian melakukan transaksi untuk mengambil uang dalam rekening korban," ucap Ibrahim di Mapolda Jabar, Jalan Sorkarno Hatta, Kota Bandung, Senin (15/8/2022).

Ibrahim menerangkan, penangkapan para pelaku berawal dari laporan salah satu korban bernama Darmawan, warga Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang mengalami kerugian hingga Rp250 juta.

"Korban sempat curiga saat menerima pesan dari pelaku. Setelah korban mengisi link tersebut, dia baru sadar itu penipuan. Kemudian menghubungi pihak Bank BRI dan menanyakan biaya transaksi yang baru tersebut dan dijelaskan oleh pihak Bank BRI bahwa tidak ada layanan tersebut atau penipuan," tutur Ibrahim.

Korban kemudian mengecek saldo rekening miliknya dan ternyata sudah ludes. Merasa dirugikan, korban kemudian melapor kepada Polres Cimahi dan langsung ditindaklanjuti.

"Berdasarkan penyelidikan, diperoleh data bahwa pelaku berada di wilayah Sumatera Selatan dan langsung diamankan. Lalu, penyidik Polres Cimahi yang mendapat kabar pelaku telah diamankan langsung mendatangi kepolisian daerah Sumatera Selatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang kini telah berstatus sebagai tersangka itu telah menjalankan aksinya beberapa kali dan berhasil menguras rekening enam orang korbannya dengan nilai total mencapai Rp807.300.000.

Ibrahim menambahkan, para pelaku ini memiliki peran masing-masing. DM bertugas sebagai operator yang menelepon korban, DI sebagai operator dan pemilik rekening penampung dana nasabah, dan AL sebagai pengirim dokumen elektronik brosur pengumuman perubahan tarif tersebut.

Kini, pihaknya masih memburu lima pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 45a ayat 1 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau Pasal 378 KUHPidana dan atau 372 KUHP.

"Ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini